Gaun Naomi Osaka di French Open 2026 Pikat Aryna Sabalenka

Share

Pilihan busana kustom Nike milik Naomi Osaka saat menumbangkan Laura Siegemund pada babak pertama French Open 2026 di Lapangan Suzanne-Lenglen, Selasa, menuai perhatian besar, termasuk dari petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka.

Petenis asal Belarusia tersebut mengungkapkan kekagumannya terhadap keberanian Osaka dalam mengekspresikan diri melalui pakaian bernuansa hitam dan emas yang berkilau di atas lapangan tanah liat.

"This is sparkling. I love it. I love that she’s expressing herself. She feels confident. That’s the beauty of the fashion world. There’s space for anything. I love that she’s bringing it on court," kata Aryna Sabalenka pada TNT Sports.

Kendati mengapresiasi keunikan busana kompetitornya, Sabalenka menegaskan bahwa dirinya memiliki preferensi mode yang berbeda dan lebih memilih tampilan yang konvensional untuk laga masa depannya.

"I think we have a bit of a different style. But for sure, one day I will come up with something cool, like with a cool entrance on the court. I feel like I would go more like something classic… I don’t know, like less, but more, you know?" tambah Aryna Sabalenka.

Sabalenka sendiri mengenakan pakaian kustom mesh hitam-merah dari produsen yang sama saat mengalahkan Jessica Bouzas Maneiro dengan skor 6-4, 6-2 pada hari Selasa.

Di sisi lain, Osaka mengakui ada kecemasan tersendiri terkait efek kilau dari pakaiannya yang dirancang bersama desainer Swiss, Kévin Germanier, sehingga ia sempat menyiapkan gaun cadangan.

"When I first saw the match dress in real life, I felt I looked like the Eiffel Tower at night, when it’s bright. I actually got a little worried because when the sun hits the dress, it reflects a lot. So, I was a little scared that the umpire was going to kick me off the court," ujar Naomi Osaka kepada wartawan setelah kemenangan dua set langsung 6-3, 7-6 (3) atas Siegemund.

Kekhawatiran akan teguran dari wasit membuat petenis peringkat ke-16 tersebut mengantisipasi situasi dengan membawa opsi pakaian konvensional ke arena pertandingan.

"So, I got two backup normal Nike dresses… thank God I didn’t have to wear them, though. I thought that the reflection of the dress was really beautiful, but it just reminded me of the Eiffel Tower a little bit," aku Naomi Osaka.

Mantan petenis nomor satu dunia itu kini mengaku semakin terbiasa dan percaya diri dengan eksperimen mode yang ia tampilkan di berbagai turnamen Grand Slam sebelumnya.

"I’m a little used to it now. I think in Australia, the Yoon (Ahn) Ambush dress first started it all off (in 2024). The US Open, the roses in my hair (last year), that’s when I started to really get into it a lot more. In Australia (this year), it was a real conversation starter. I don’t really feel like it’s a big deal to do that and then play after. I can see where people think I feel a little stressed or whatever," tutur Naomi Osaka lebih lanjut.

Setelah melewati babak pertama, Osaka dijadwalkan menghadapi Donna Vekic pada pertandingan berikutnya, di mana petenis Jepang tersebut memegang keunggulan rekor pertemuan 2-0 atas wakil Kroasia tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author