Gedung Putih Larang SK Telecom Akses Model AI Claude Mythos

Share

Pemerintah Amerika Serikat pimpinan Donald Trump memerintahkan perusahaan kecerdasan buatan Anthropic untuk mencabut akses raksasa telekomunikasi Korea Selatan, SK Telecom, terhadap model AI Claude Mythos pada Juni 2026. Langkah pengetatan kontrol ekspor teknologi kecerdasan buatan (AI) paling kuat milik Anthropic tersebut diambil oleh Gedung Putih akibat kekhawatiran para pejabat AS atas dugaan keterkaitan SK Telecom dengan negara China. Ketegangan ini semakin meningkat setelah Amazon mendeteksi adanya celah keamanan pada Fable 5, sebuah versi Claude Mythos dengan pengamanan ketat yang diluncurkan ke publik pada 9 Juni 2026, lalu melaporkannya kepada pihak Gedung Putih.

Para peneliti dari Amazon mengklaim sistem pengaman Fable 5 dapat ditembus untuk mengakses kemampuan siber tingkat tinggi dari Claude Mythos, meskipun pihak Anthropic dan pakar keamanan eksternal menilai risiko tersebut tidak hanya terjadi pada model Claude.

Akibat rangkaian peristiwa itu, Gedung Putih memutuskan tidak dapat memercayai Anthropic dalam melindungi teknologi AI paling canggih mereka, sehingga pemerintah AS memerintahkan pemblokiran akses Mythos dan Fable 5 bagi seluruh warga negara asing. Dibandingkan menerapkan penyaringan akses berbasis kewarganegaraan yang dinilai rumit dan berpotensi melanggar privasi, Anthropic memilih untuk menonaktifkan seluruh akses ke model-model AI canggih tersebut secara total.

Hingga saat ini, proses negosiasi antara Anthropic dan Gedung Putih untuk mengaktifkan kembali Claude Mythos dan Fable 5 masih belum menemui titik temu dan kedua belah pihak tetap berada dalam posisi yang berseberangan. Sebuah laporan dari media The Washington Post sebelumnya sempat menyebutkan bahwa pejabat pemerintah Trump merasa khawatir setelah mengetahui penerima model AI Mythos mencakup sebuah perusahaan telekomunikasi asal Korea Selatan yang diduga memiliki hubungan dengan China.

Merespons pemberitaan media asing yang belum menyebutkan nama perusahaannya secara spesifik tersebut, pihak SK Telecom langsung memberikan pernyataan resmi kepada salah satu surat kabar di Korea Selatan. "pernyataan narasumber anonim di media asing tersebut tidak memiliki fakta yang terverifikasi, dan perusahaan kami tidak memiliki hubungan dengan China." ujar SK Telecom, Perusahaan Telekomunikasi. Di sisi lain, seorang sumber yang dekat dengan Anthropic menyatakan bahwa pihak perusahaan melihat akses SK Telecom ke Claude Mythos dan celah keamanan yang ditemukan oleh Amazon sebagai dua permasalahan yang sepenuhnya terpisah.

Sumber tersebut juga mengonfirmasi bahwa surat tuntutan pembatasan akses yang dikirim oleh pemerintah AS kepada Anthropic sama sekali tidak memuat referensi yang merujuk pada perusahaan Korea Selatan ataupun negara China.

Secara historis, SK Telecom merupakan salah satu dari 150 organisasi tepercaya yang mendapat akses awal ke Claude Mythos melalui program Project Glasswing karena model tersebut memiliki kemampuan mendeteksi kerentanan perangkat lunak secara luar biasa. SK Telecom tercatat telah berulang kali menyuntikkan modal kepada Anthropic, termasuk investasi senilai 100 juta dolar AS pada tahun 2023 yang dibarengi dengan kemitraan komersial untuk mengembangkan model AI khusus bagi industri telekomunikasi. Meskipun SK Telecom sendiri tidak memiliki operasi berskala besar di China, perusahaan ini berada di bawah payung konglomerat SK Group yang memiliki kepentingan bisnis luas di China, mulai dari sektor semikonduktor hingga energi.

Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, SK Telecom hanya menghasilkan pendapatan sekitar 1,9 juta dolar AS dari aktivitas investasi di China pada tahun 2024 dan tercatat hanya mempekerjakan tujuh orang karyawan di negara tersebut.

Namun, keterlibatan SK Telecom dalam industri telekomunikasi China telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun, termasuk pembentukan perusahaan patungan bernama UNISK bersama operator telekomunikasi milik pemerintah China, China Unicom, pada tahun 2004. Pada tahun 2021, pemerintah AS di bawah administrasi Trump periode pertama telah membatasi investasi AS di China Unicom karena diduga terkait dengan sektor militer, dan pada April 2026 mengusulkan larangan bagi perusahaan telekomunikasi AS untuk saling terhubung dengan operator China tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author