Mengenal Gejala Kanker Usus Besar dan Faktor Risiko pada Usia Muda
Kanker usus besar atau kolorektal merupakan jenis kanker yang tumbuh pada lapisan dalam usus besar serta rektum. Penyakit ini kerap kali bermula dari polip atau benjolan kecil yang kemudian berkembang secara perlahan.
Dikutip dari Detik Health, perkembangan polip prakanker hingga berubah menjadi polip kanker yang menimbulkan gejala klinis memerlukan waktu sekitar 10 tahun.
Saat ini, serangan kanker usus besar tidak lagi mendominasi orang-orang dengan usia lanjut saja. Kasus ini mulai ditemukan pada pasien dengan usia di bawah 40 tahun, bahkan menyasar anak muda pada usia 20-an.
Berdasarkan data dari Cleveland Clinic, mutasi genetik menjadi pemicu awal sel-sel usus besar yang sehat berubah menjadi sel kanker. Sel kanker tersebut lambat laun tumbuh menembus lapisan otot serta jaringan dinding usus besar, hingga akhirnya menyebar ke luar usus.
Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr Sulpiana, MBiomed, menjelaskan bahwa kanker kolorektal dipicu oleh kombinasi faktor genetik dan kebiasaan hidup yang buruk. Faktor genetika ini berkaitan erat dengan riwayat klinis keluarga yang juga mengidap kanker.
Sementara dari sisi gaya hidup, risiko tinggi muncul akibat kurangnya aktivitas fisik serta penerapan pola makan yang tidak seimbang.
"Hal itu yang berkontribusi signifikan dalam meningkatkan risiko kanker kolorektal pada usia muda," ujar dr Sulpiana, MBiomed.
Gejala Kanker Usus Besar
Beberapa gejala klinis yang kerap muncul pada penderita kanker usus besar meliputi sakit perut, kembung, serta adanya darah pada atau di dalam tinja.
Pasien juga kerap mengalami perubahan warna dan bentuk tinja yang menyempit, sembelit, serta sensasi kotoran belum sepenuhnya keluar meski sudah buang air besar.
Gejala fisik lainnya ditandai dengan tubuh yang merasa lelah atau lemah, disertai dengan penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebab pastinya.
Tahapan Stadium Kanker Usus Besar
Tingkat keparahan kanker usus besar terbagi ke dalam empat tahapan stadium yang didasarkan pada ukuran serta jangkauan penyebarannya.
Stadium I dan II
Pada Stadium I, tumor umumnya telah tumbuh ke dalam dinding usus, namun belum menyebar ke luar lapisan otot atau kelenjar getah bening terdekat.
Stadium II terbagi menjadi tiga fase. Fase II A terjadi saat kanker menyebar melalui sebagian besar dinding usus besar tetapi belum ke lapisan luar. Fase II B menandakan kanker telah mencapai atau menembus lapisan luar, sedangkan Fase II C berarti kanker sudah menyebar ke organ di sekitarnya.
Stadium III
Stadium III ditandai dengan penyebaran kanker yang sudah mencapai kelenjar getah bening, yang terbagi dalam tiga sub-stadium.
Fase III A terjadi ketika kanker berada di lapisan pertama atau kedua dinding usus dan menyebar ke satu hingga empat kelenjar getah bening. Fase III B memengaruhi lebih banyak lapisan dinding usus namun hanya mengenai satu hingga tiga kelenjar, atau memengaruhi lebih sedikit lapisan dinding tetapi menyebar ke empat kelenjar atau lebih.
Fase III C terjadi saat kanker ditemukan di lapisan luar atau lapisan terluar berikutnya dari usus besar dan menyebar pada empat atau lebih kelenjar getah bening, termasuk ke organ terdekat.
Stadium IV
Pada Stadium IV, kanker telah melakukan metastasis atau menyebar ke area tubuh yang jauh seperti paru-paru, hati, atau ovarium.
Fase IV A menunjukkan kanker telah menyebar ke satu organ atau kelenjar getah bening yang jauh. Fase IV B menandakan kanker berpindah ke lebih dari satu organ dan kelenjar getah bening. Sementara Fase IV C mengindikasikan kanker telah memengaruhi organ jauh, kelenjar getah bening, sekaligus jaringan perut.