Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Jepang Timur Hilangkan Layanan Kereta

Share

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah timur Jepang hingga terasa ke Tokyo pada Minggu (23/8/2026) pukul 02.00 waktu setempat. Bencana ini melukai sejumlah warga serta mengganggu operasional layanan transportasi umum.

Badan Meteorologi Jepang mencatat pusat gempa berada di bagian selatan Prefektur Ibaraki pada kedalaman sekitar 68 hingga 70 kilometer. Otoritas setempat memastikan guncangan tersebut tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Guncangan tercatat berada pada skala intensitas seismik Shindo 5-rendah di Prefektur Ibaraki, Saitama, Chiba, serta Distrik Adachi di pusat kota Tokyo. Pada skala tersebut, guncangan cukup kuat untuk menjatuhkan benda dari rak dan membuat sebagian orang kehilangan keseimbangan.

Guncangan dengan skala intensitas 4 juga dirasakan di wilayah lain Tokyo, serta Prefektur Tochigi, Gunma, dan Kanagawa. Gempa bahkan dirasakan di wilayah yang lebih luas, termasuk Jepang bagian timur laut dan tengah.

Dampak peristiwa ini melukai beberapa warga, termasuk seorang pemuda dan wanita lansia berusia 70-an tahun di Saitama, serta tiga orang di Kawasaki. Sebuah pipa air di wilayah Koto, Tokyo, juga dilaporkan pecah dan masih diselidiki keterkaitannya dengan gempa.

Gangguan transportasi sempat terjadi akibat penundaan operasional sejumlah penerbangan kereta dan pembatasan kecepatan. Operator Jalur Keisei melayani rute Ueno-Bandara Narita kembali normal setelah pukul 09.40 pagi, meski beberapa kereta ekspres Tobu Railway sempat dihentikan.

Atas peristiwa tersebut, Perdana Menteri Sanae Takaichi menginstruksikan para pejabat untuk memastikan tingkat kerusakan dan membagikan informasi terkini kepada publik. Badan meteorologi mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi gempa susulan berintensitas serupa dalam sepekan ke depan.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: gempa bumi Ibaraki Jepang tokyo
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author