Gempa NTT Pemicu Ribuan Susulan Damprat Puluhan Ribu Rumah

Share

Aktivitas kegempaan di Nusa Tenggara Timur masih berlanjut setelah BMKG mencatat 4.258 gempa susulan pasca-gempa utama M 7,7 Flores hingga Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 05.00 WIB. Dampak gempa bumi ini memaksa 92.735 warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Berdasarkan data BMKG, dari ribuan getaran susulan tersebut, sebanyak 118 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain itu, terdapat 31 kali gempa susulan yang berkekuatan di atas magnitudo 5,0, dengan guncangan terbesar mencapai M 6,2 dan terkecil M 1,1.

"Total gempa bumi susulan: 4.256," tulis BMKG dalam siaran persnya, Jumat (21/8/2026).

Pihak BMKG memperkirakan rangkaian gelombang gempa susulan di wilayah Flores tersebut masih berpotensi terus berlangsung hingga empat minggu ke depan.

"Magnitudo di atas 5 sebanyak 31 kali dan gempa susulan yang dirasakan masyarakat sebanyak 118 kali," tulis BMKG.

Seiring bertambahnya pengungsi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana memverifikasi pembaruan data kerusakan bangunan infrastruktur warga. Hasil pendataan terkini mencatat sebanyak 36.163 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

"Data rumah yang rusak kami perbarui menjadi 36.163 unit. Terdapat penambahan sebanyak 7.187 unit dalam catatan kami seiring dengan proses pendataan yang semakin akurat di lapangan," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, dalam konferensi pers di YouTube BNPB, Kamis (20/8/2026).

Guna memenuhi kebutuhan warga terdampak, penyaluran bantuan logistik terus dimaksimalkan ke berbagai titik pengungsian yang jumlah poskonya ditambah setiap hari.

"Kami menyampaikan bahwa per tanggal 19 Agustus 2026, logistik yang dikirimkan sebesar 167 ton. Kemudian hari ini kami juga sudah berhasil mengirimkan 42 ton bantuan donasi dan 60 ton dari Dana Siap Pakai (DSP), sehingga total yang berhasil dikirimkan hari ini mencapai 102 ton," imbuhnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author