Gencatan Senjata AS-Iran Buat IHSG dan Bursa Asia Melesat
Laju Indeks Harga Saham Gangguan (IHSG) bergerak menguat tajam hingga pertengahan hari ini, sejalan dengan tren positif yang melanda bursa saham di kawasan Asia. Sentimen positif pasar modal ini tersulut oleh kabar tercapainya kesepakatan perpanjangan masa gencatan senjata selama 60 hari antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Ketika jeda perdagangan Sesi I pada Jumat (29/5/2026), IHSG menguat 1,43% dibandingkan penutupan hari sebelumnya dan parkir di level 6.217, seperti dikutip dari Bloombergtechnoz. Sementara itu, indeks LQ45 juga mencatatkan penguatan sebesar 0,71% menuju posisi 624,82.
IHSG bergerak fluktuatif dengan menyentuh posisi tertinggi pada level 6.230, setelah sempat melorot ke titik terendah di 6.111 sepanjang perdagangan hari ini. Aktivitas pasar melibatkan volume perdagangan hingga 22 miliar saham, dengan nilai transaksi menembus Rp16,06 triliun dan frekuensi sebanyak 1,32 juta kali transaksi.
Sektor barang baku, infrastruktur, serta energi menjadi motor utama penggerak indeks dengan mencatatkan lonjakan tertinggi pada paruh pertama hari ini. Masing-masing sektor tersebut berturut-turut mengalami kenaikan signifikan mencapai 4,68%, 3,18%, dan 3,01%.
Beberapa emiten yang bergerak melesat dan menempati jajaran top gainers adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang melonjak 25%. Diikuti oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang melesat 24,7%, serta PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang terbang sebesar 24,5%.
Zona hijau juga kompak menyelimuti bursa saham Asia pada perdagangan siang hari ini. Indeks KOSPI (Korea Selatan) memimpin dengan penguatan 3,33%, disusul NIKKEI 225 (Jepang) naik 2,69%, TW Weighted Index (Taiwan) tumbuh 2,51%, dan Topix (Jepang) terangkat 1,98%.
Selanjutnya, indeks Straits Times (Singapura) naik 0,94%, Hang Seng (Hong Kong) menguat 0,84%, dan SETI (Thailand) bertambah 0,51%. Dua indeks lain, yakni KLCI (Malaysia) serta SENSEX (India), sama-masing membukukan penguatan tipis sebesar 0,11%.
Optimisme Negosiasi Washington dan Teheran
Gairah di pasar ekuitas ini dipicu oleh laporan terkini terkait Washington dan Teheran yang mendekati kesepakatan perpanjangan gencatan senjata. Seorang sumber tepercaya yang mengetahui jalannya perundingan rahasia membenarkan kabar yang pertama kali dipublikasikan oleh Axios tersebut.
Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa kedua belah pihak saat ini sedang melakukan negosiasi intensif mengenai poin-poin kalimat dalam draf perjanjian. Proses pembahasan ini mencakup pula isu-isu sensitif yang berkaitan dengan kemampuan nuklir Teheran.
Pihak Iran dinilai menunjukkan niat baik dalam bernegosiasi sehingga perkembangan nyata terus berjalan secara positif. Terkait perkembangan ini, perwakilan pemerintah AS menyampaikan pandangan mereka mengenai situasi geopolitik tersebut.
"I saya tidak bisa menjamin kami pasti akan mencapai kesepakatan, tetapi saat ini saya merasa cukup optimis."
Kabar kesepakatan ini langsung direspons oleh pasar komoditas global dengan penurunan harga minyak mentah brent sebesar 6,61% menjadi US$93 per barel. Penurunan ini terjadi seiring adanya laporan Axios yang menegaskan pelayaran melalui Selat Hormuz akan berjalan bebas tanpa hambatan, serta kewajiban Iran membersihkan seluruh ranjau di wilayah tersebut dalam waktu 30 hari.