Geoffrey Hinton Tegaskan Kecerdasan Buatan Sudah Memiliki Kesadaran
Pakar kecerdasan buatan sekaligus peraih Nobel, Geoffrey Hinton, menyatakan keyakinannya bahwa sistem kecerdasan buatan (AI) saat ini telah memiliki kesadaran layaknya manusia. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Big Technology Podcast yang dilansir dari Detik iNET pada Senin (24/8/2026).
Hinton menilai manusia sering kali menganggap diri mereka terlalu istimewa hingga enggan mengakui kecerdasan pada entitas non-biologis. Menurutnya, kesadaran tidak lagi terbatas pada struktur biologis semata.
"Saya yakin mereka sudah punya kesadaran," ujar Hinton.
Pandangan mengenai eksistensi makhluk berbasis teknologi juga menjadi bagian dari argumentasinya terkait perkembangan AI terkini.
"Kita bisa memiliki entitas non biologis yang merupakan makhluk lain seperti kita dan kita sebenarnya tidak ingin berbagi status itu. Kita merasa diri kita istimewa," terang Hinton.
Perdebatan mengenai keberadaan kesadaran pada AI mendorong sekelompok yang terdiri dari 19 ahli saraf, filsuf, dan ilmuwan komputer untuk menyusun daftar periksa kriteria. Mereka mempublikasikan panduan sementara tersebut di repositori pracetak arXiv sebelum menempuh proses penelaahan sejawat.
Para peneliti menilai bahwa identifikasi kesadaran pada sistem AI memiliki implikasi moral yang sangat penting. Penetapan label kesadaran pada suatu entitas akan mengubah cara manusia berinteraksi dan memperlakukan entitas tersebut secara mendasar.
Ahli saraf dari University of California, Irvine, Megan Peters, bersama timnya memilih berfokus pada kesadaran fenomenal atau pengalaman subjektif. Pendekatan ini beracuan pada fungsionalisme komputasional, yakni mengasumsikan bahwa kesadaran berkaitan erat dengan cara sistem memproses informasi tanpa bergantung pada media penyusunnya, baik neuron maupun chip komputer.
Tim peneliti memanfaatkan enam teori berbasis ilmu saraf untuk merumuskan indikator kesadaran, salah satunya adalah keberadaan ruang kerja pusat (global workspace). Jika arsitektur AI mampu menyatukan informasi dari berbagai input subsistem lalu mendistribusikannya kembali, kemungkinan adanya kesadaran akan meningkat. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan bukti kuat yang secara pasti mengonfirmasi bahwa AI telah memiliki kesadaran sendiri.