Geraldine Leo Lakukan Plank Lima Menit pada Usia 100 Tahun

Share

Seorang perempuan di Long Island, Amerika Serikat, menjadi pusat perhatian setelah kisahnya saat merayakan ulang tahun ke-100 pada April 2025 menginspirasi banyak orang. Seperti dilansir dari Detik Health, Geraldine "Jerry" Leo membuktikan bahwa usia senja bukan hambatan untuk tetap aktif berolahraga.

Pada momen tersebut, Jerry masih sanggup melakukan aktivitas fisik berat yang belum tentu bisa ditiru oleh orang berusia 20-an tahun. Ia memamerkan kebugaran tubuhnya dalam kelas aerobik di Great South Bay YMCA, Bay Shore, Long Island.

Jerry menunjukkan ketahanan fisik yang luar biasa dengan melakukan gerakan plank selama lima menit penuh. Sebagian besar peserta kelas kebugaran tersebut bahkan sudah berhenti setelah dua menit, sementara ia tetap stabil hingga lebih dari tiga menit.

"11 April adalah ulang tahun saya yang ke-100," kata Jerry saat itu, dikutip dari ABC7.

Aksi memukau ini ia lakukan hanya tiga hari sebelum hari ulang tahunnya yang keseratus. Selain gerakan yang lincah, Jerry juga memiliki pendengaran yang baik serta koordinasi tangan dan kaki yang prima.

"Dia perempuan yang sangat kuat," ujar Direktur Kesehatan dan Kebugaran Great South Bay YMCA, Despina Tenedorio.

Instruktur kebugaran bernama Elizabeth Grant turut memuji kemampuan plank Jerry yang dinilai benar-benar luar biasa.

"Dia benar-benar membuat sebagian peserta kelas, termasuk saya, merasa kalah," ujar sahabat Jerry, Marion Saturno.

"Postur plank-nya sangat baik. Dia bahkan bisa mengajarkan orang lain bagaimana melakukannya dengan benar," tambah Grant.

Bagi Jerry, YMCA telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya sejak tahun 1991. Ia memutuskan bergabung setelah mendiang suaminya, Dominick, mengajaknya menjadi anggota ketika pusat kebugaran tersebut pertama kali dibuka.

"Jerry adalah inspirasi bagi semua orang yang mengenalnya," kata Grant.

"Saya selalu mengatakan kepadanya bahwa dia adalah pahlawan saya," ujar Saturno.

Ketika ditanya mengenai rahasia panjang umurnya, Jerry membagikan tiga prinsip sederhana yang selalu ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Jalani segala sesuatu dengan konsisten, tetap berpikir positif, dan teruslah bergerak apa pun yang Anda lakukan. Itu sangat penting," ungkap Jerry.

Perempuan ini tidak hanya rutin mengikuti kelas aerobik, tetapi juga aktif dalam latihan angkat beban setiap hari Jumat. Kini, pada usia 101 tahun, kisah hidup Jerry terus menjadi bukti nyata bahwa menjaga tubuh tetap aktif dapat mempertahankan kualitas hidup.

Olahraga memberikan beragam manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Manfaat tersebut mulai dari memperkuat tulang, memperbaiki suasana hati, hingga membantu mencegah berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan jantung.

Spesialis kedokteran olahraga di Massachusetts General Hospital dan instruktur klinis di Harvard Medical School, dr Marwa Ahmed, MD, MS, memberikan penjelasannya terkait hal ini. Ia menyatakan bahwa sejak akhir 1980-an, berbagai penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa kebugaran aerobik berkaitan erat dengan harapan hidup yang lebih panjang.

Sebuah studi retrospektif yang dipublikasikan dalam JAMA meneliti hubungan antara tingkat kebugaran kardiorespirasi (cardiorespiratory fitness/CRF) dengan risiko kematian jangka panjang. Kebugaran kardiorespirasi merupakan ukuran kemampuan jantung dan paru-paru dalam memasok darah serta oksigen ke seluruh tubuh saat beraktivitas fisik.

Dalam penelitian tersebut, para ahli menganalisis data lebih dari 122.000 orang yang menjalani tes treadmill di sebuah pusat kesehatan akademik. Rata-rata peserta riset berusia 53 tahun, dengan rentang usia mulai dari 18 hingga lebih dari 80 tahun.

Hasil studi menunjukkan bahwa tingkat kebugaran yang tinggi berkorelasi dengan umur yang lebih panjang pada usia berapa pun. Manfaat ini paling nyata terlihat pada kelompok lansia dan orang dengan kondisi tekanan darah tinggi.

Rekomendasi Durasi Olahraga Mingguan

Berdasarkan temuan ilmiah tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa setiap orang sebaiknya berupaya mencapai dan mempertahankan tingkat kebugaran yang baik. Langkah ini disarankan selama tidak ada kondisi medis khusus yang menjadi kontraindikasi bagi individu tersebut.

Pedoman aktivitas fisik saat ini merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan 150-300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu. Jenis olahraga yang bisa dipilih antara lain berjalan kaki, berlari, berenang, atau bersepeda.

Sebagai alternatif, masyarakat dapat melakukan 75 menit aktivitas fisik intensitas tinggi, atau mengombinasikan kedua metode tersebut. Latihan kekuatan otot juga dianjurkan untuk dilakukan setidaknya dua kali dalam seminggu demi menjaga massa otot.

Namun, para peneliti mencatat sebuah fakta yang cukup memprihatinkan terkait kesadaran berolahraga. Saat ini baru sekitar satu dari lima orang dewasa dan remaja yang mampu memenuhi rekomendasi aktivitas fisik mingguan tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author