Global Peace Index 2026 Rilis Negara Paling Damai dan Posisi Indonesia

Share

Institute for Economics and Peace (IEP) resmi merilis laporan Global Peace Index (GPI) 2026 yang mengukur tingkat kedamaian di 163 negara dan wilayah independen. Laporan ini mencakup 99,7 persen populasi dunia. Secara global, tingkat kedamaian dunia mengalami penurunan dengan 99 negara mencatat kemunduran skor stabilitas.

Gejolak ini dipicu oleh lonjakan pengeluaran pertahanan negara anggota NATO di Eropa hingga 20 persen sepanjang tahun lalu. Meskipun demikian, wilayah Eropa Barat dan Tengah tetap kokoh menjadi kawasan paling aman di bumi. Wilayah ini menyumbang tujuh dari sepuluh negara paling damai di dunia.

Secara keseluruhan, sembilan dari 10 negara yang muncul dalam daftar 2026 juga muncul di 10 besar pada tahun 2025. Sektor pertahanan yang meningkat 20 persen secara riil pada tahun 2025 menjadi pendorong utama dinamika skor kawasan tersebut.

Dilansir dari Detik Travel, Indonesia kini menempati peringkat ke-69 dunia dengan skor indeks 1.918. Posisi ini menunjukkan penurunan sebanyak tiga peringkat dibandingkan dengan rapor tahun lalu. Kendati mengalami penurunan, stabilitas domestik Indonesia secara umum masih dinilai cukup terjaga. Kondisi ini bertahan dengan baik di tengah tren global yang sedang memburuk.

Berikut adalah daftar lengkap sepuluh negara dengan tingkat kedamaian tertinggi di dunia berdasarkan data resmi Global Peace Index 2026.

Daftar Peringkat dan Skor Global Peace Index 2026
Peringkat 2026 Negara Skor Indeks Peringkat 2025
1 Islandia 1,161 1
2 Selandia Baru 1,343 3
3 Swiss 1,363 2
4 Slovenia 1,369 6
5 Irlandia 1,371 3
6 Austria 1,421 5
7 Portugal 1,427 8
8 Singapura 1,435 7
9 Finlandia 1,478 10
10 Jepang 1,489 13

Catatan dan Perubahan Performa Negara

Islandia tak tergoyahkan sebagai negara paling damai di bumi selama dua dekade terakhir. Tanpa militer tetap dan didukung kohesi sosial yang kuat, Islandia mencatatkan peningkatan kedamaian sebesar dua persen tahun ini. Selandia Baru naik ke peringkat kedua global sekaligus mempertahankan takhta sebagai negara paling damai di Asia-Pasifik.

Skornya membaik 0,4 persen berkat penurunan volume impor senjata. Swiss harus rela turun satu peringkat ke posisi ketiga global karena sedikit penurunan skor keamanan. Meski demikian, Swiss tetap menjadi negara dengan performa keamanan sosial terbaik di Eropa Tengah.

Slovenia tampil impresif dengan naik dua peringkat ke posisi keempat dunia. Pertumbuhan positif ini didorong oleh perbaikan signifikan pada sektor keamanan domestik yang berjalan konsisten.

Irlandia tetap mempertahankan rapor yang kuat meskipun sedikit melorot dari peringkat tiga besar tahun lalu. Negara ini terkenal memiliki tingkat keterlibatan konflik internal maupun eksternal yang sangat rendah. Austria turun satu peringkat ke posisi keenam dunia.

Kemunduran ini dipicu oleh memburuknya indikator dampak terorisme domestik yang mencatatkan penurunan skor terdalam di Eropa. Portugal berhasil naik satu peringkat ke posisi ketujuh. Negara di Semenanjung Iberia ini dinilai memiliki performa paling seimbang dan konsisten pada ketiga domain penilaian utama GPI.

Singapura turun satu peringkat namun tetap memegang predikat sebagai negara paling damai di Asia Tenggara. Anggaran militer per kapita Singapura menyentuh angka US$9.853 yang menjadi salah satu tertinggi di dunia.

Finlandia naik satu peringkat ke posisi kesembilan. Negara ini terus membuktikan kualitasnya sebagai wilayah yang minim konflik berkelanjutan dan memiliki jaminan keamanan sosial masyarakat yang tinggi. Jepang berhasil menembus posisi sepuluh besar setelah melonjak tiga peringkat karena penurunan intensitas konflik internal sebesar 25 persen. Namun, domain militerisasi Jepang memburuk 3,6 persen setelah pemerintah menyetujui anggaran pertahanan senilai US$55 miIiar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author