Ilkay Gündogan Bela Leroy Sané dari Kritik Publik Jerman

Share

Mantan kapten tim nasional Jerman, Ilkay Gündogan, meminta publik memberikan dukungan lebih besar kepada Leroy Sané menyusul kritik tajam setelah laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Curaçao. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pertandingan kedua Grup E melawan Pantai Gading pada Sabtu malam waktu setempat.

Kritik terhadap performa Sané mencuat meski Jerman menang besar 7-1 dalam laga perdana mereka. Gündogan, yang pernah bermain bersama Sané di Manchester City dan kini kembali satu tim di Galatasaray, menyampaikan pembelaannya melalui sebuah kolom di media Der Spiegel.

"Saya rasa orang-orang tidak memahami Leroy. Dan saya pikir mereka tidak adil kepadanya," tulis Ilkay Gündogan, Mantan Kapten Tim Nasional Jerman.

Gündogan menegaskan kedekatan hubungan mereka yang telah terjalin selama empat tahun di Manchester City sejak 2016 hingga 2020 membuat dirinya sangat memahami karakter Sané.

"Jadi saya bisa katakan bahwa saya sangat mengenal dirinya dengan baik. Dan itulah mengapa hal itu memengaruhi saya ketika melihat betapa kritisnya dia sering dipandang di Jerman," ujar Ilkay Gündogan, Mantan Kapten Tim Nasional Jerman.

Gündogan menggambarkan Sané sebagai pribadi yang cukup pemalu dan tingkat kepercayaan dirinya sangat dipengaruhi oleh sorotan publik.

"Dia adalah pemain yang membutuhkan ruang untuk melakukan kesalahan. Hanya dengan begitu dia dapat benar-benar berkembang. Namun jika dia terus-menerus khawatir bahwa kesalahan pertama akan segera memicu kritik, bagaimana Leroy bisa tampil konsisten? Kita semua harus berbuat lebih banyak untuk mendukungnya," kata Ilkay Gündogan, Mantan Kapten Tim Nasional Jerman.

Pemain berusia 35 tahun tersebut juga menambahkan bahwa Sané kerap dihantui perasaan tidak nyaman di lapangan akibat tekanan publik.

"perasaan bahwa orang-orang hanya menunggu dia melakukan kesalahan." tambah Ilkay Gündogan, Mantan Kapten Tim Nasional Jerman.

Kondisi psikologis tersebut dinilai menghambat performa alami sang pemain sayap ketika bertanding membela tim nasional.

"Saya tahu bahwa dia tidak selalu bebas secara mental seperti yang dia butuhkan untuk gaya permainan instingtifnya. Ketika dia tidak mengenal orang dengan baik, dia menjadi sangat berhati-hati." tutur Ilkay Gündogan, Mantan Kapten Tim Nasional Jerman.

Meskipun terus menuai kritik, pelatih Julian Nagelsmann tetap mempertahankan Sané dalam susunan pemain utama Jerman untuk menghadapi Pantai Gading.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author