Guru SD di Sulawesi Tengah Inisiasi Program Makan Gratis Mandiri

Share

Seorang guru sekolah dasar di kawasan pelosok Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menginisiasi kegiatan pemberian makanan gratis secara mandiri untuk para muridnya karena program resmi pemerintah belum menjangkau wilayah tersebut, dilansir dari Detik Food.

Riska Andriani, guru peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) asal Kabupaten Soppeng, mengajar di SD Kecil Ogolau yang berada di kawasan puncak gunung Kecamatan Tinombo. Medan jalan berupa jalan setapak sempit membuat distribusi logistik menjadi tantangan utama.

Awalnya, Riska menyisihkan sebagian penghasilan pribadinya untuk membelikan kudapan serta susu bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

"Awalnya saya hanya berbagi susu dan snack menggunakan dana pribadi saya karena saat itu habis gajian. Saya tahu cerita mereka yang beberapa di antaranya secara ekonomi untuk makan pun kesulitan," ujar Riska, guru SD Kecil Ogolau.

Aksi sosial tersebut sempat diunggah ke media sosial sebagai bentuk dokumentasi pribadi, namun menarik perhatian rekan-rekannya yang kemudian ikut memberikan bantuan dana.

"Program MBG mandiri bukan diinisiasi dari saya pribadi. Saya hanya meneruskan amanah teman-teman saya di sosial media yang menitipkan rezeki untuk anak-anak kami di pelosok," jelas Riska Andriani, guru peserta PPG.

Dukungan finansial dari para donatur memungkinkan kegiatan makan bersama ini diselenggarakan hingga tiga kali dalam seminggu. Pada hari biasa, Riska tetap menyediakan stok susu dan makanan ringan.

Para guru bergotong royong memasak makanan sederhana seperti nasi ayam dan nasi telur sebanyak 40 porsi. Jika para pengajar berhalangan, proses memasak dibantu oleh wali murid dengan dana donasi yang mencakup biaya bahan hingga transportasi.

Meski menu yang disajikan belum memenuhi standar gizi resmi, inisiatif ini disiapkan agar anak-anak di daerah terpencil tetap memperoleh asupan makanan di sekolah.

"Harapannya, semoga bisa menjangkau pelosok. Dan masalah seperti akses, dapur tidak ada, dapat diatasi jika memang ini adalah program untuk seluruh anak Indonesia," pungkas Riska Andriani, guru SD Kecil Ogolau.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: mbg Pendidikan Sulawesi Tengah
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author