Hakim Tolak Cekal Zapatero Setelah Diperiksa Kasus Plus Ultra

Share

Hakim Mahkamah Nasional Spanyol, José Luis Calama, menolak permohonan tindakan pencegahan termasuk penarikan paspor terhadap mantan Perdana Menteri José Luis Rodríguez Zapatero setelah pemeriksaan sebagai tersangka pada Rabu (17/6).

Keputusan tersebut diambil karena hakim menilai tidak ada risiko melarikan diri atau pemusnahan barang bukti oleh mantan pemimpin sosialis tersebut. Langkah hukum ini menjadi sorotan tajam setelah Zapatero menjalani pemeriksaan selama tiga jam terkait dugaan keterlibatannya dalam skandal bantuan dana maskapai Plus Ultra.

Dalam pemeriksaan di pengadilan, Zapatero membantah telah memengaruhi pemerintahan Pedro Sánchez untuk memberikan dana talangan sebesar 53 juta euro kepada maskapai Plus Ultra selama pandemi. Selain itu, mantan perdana menteri tersebut menolak memberikan keterangan mengenai sejumlah perhiasan di kantornya yang disita dan ditaksir bernilai awal 1,3 million euro.

Partai Populer (PP) langsung bereaksi keras atas hasil pemeriksaan ini dan mengeluarkan pernyataan resmi terkait status hukum Zapatero yang dinilai tidak berubah. Partai oposisi tersebut menegaskan bahwa sang mantan perdana menteri masih menghadapi tuduhan atas tujuh tindak pidana berat.

"Sama persis seperti saat ia masuk" ujar perwakilan Partai Populer seperti dilansir dari media infoLibre.

Partai Populer juga menekankan bahwa status hukum mantan pemimpin tersebut tidak mengalami perubahan meskipun ia diperbolehkan memegang paspornya. PP menggarisbawahi bahwa posisi hukum Zapatero tetap sebagai tersangka dalam jaringan kriminal terorganisasi.

"Mantiene su pasaporte pero también la imputación de todos sus delitos" empatis Partai Populer.

Pihak oposisi menambahkan bahwa hakim sendiri menyatakan dalam keputusannya bahwa pembelaan Zapatero belum mematahkan bukti-bukti kriminalitas yang ada. PP juga menyoroti masalah perhiasan mewah bernilai miliaran yang asal-usulnya serta penyelesaian pajaknya belum dapat dibuktikan hingga saat ini.

"A día de hoy" tegas Partai Populer.

Melalui pengumuman resmi tersebut, Partai Populer menyatakan bahwa setelah memberikan kesaksian di hadapan hakim, kini saatnya bagi Zapatero untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik melalui media massa. PP memproyeksikan bahwa hakim akan kembali memanggil mantan PM itu untuk menjawab pertanyaan yang sempat ia hindari.

"Podrá viajar, pero no irse muy lejos: el juez volverá a citarle para que responda a todas las preguntas sobre el origen de las joyas por valor de 1,3 millones de euros halladas en su despacho. Unas preguntas que hoy se ha negado a contestar" tambah Partai Populer.

Atas dasar situasi tersebut, partai konservatif ini mendesak Partai Pekerja Sosialis Spanyol (PSOE) untuk segera mengambil tindakan disipliner internal yang tegas terhadap tokoh mereka. PP menilai penundaan sanksi dari pihak PSOE sebagai langkah yang tidak tepat di tengah beratnya tuduhan peradilan.

"ya está tardando el PSOE en retirarle el carné de militante y abrirle un expediente informativo al referente moral de la izquierda por los delitos muy graves por los que sigue imputado por la Justicia" tuntut Partai Populer.

Sebagai penutup dari pernyataan resminya, Partai Populer menyatakan bahwa masyarakat Spanyol berhak mengetahui kebenaran secara menyeluruh. PP menegaskan tuntutan tuntutan politis mereka agar mandat kekuasaan dikembalikan kepada rakyat demi mengganti pemerintahan saat ini.

"reclaman conocer toda la verdad y una única autorización: que se les devuelva la voz para poder votar y desalojar al Gobierno más corrupto de la democracia" pungkas Partai Populer dalam rilisnya yang dikutip oleh infobae.com.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author