Harga Emas Dunia 16 Juni 2026 Naik Tipis Setelah Melesat Tiga Hari

Share

Harga emas dunia di pasar spot bergerak mendatar pada perdagangan Selasa pagi, 16 Juni 2026, setelah mencatatkan lonjakan signifikan pada hari sebelumnya. Seperti dikutip dari Bloombergtechnoz, harga logam mulia ini berada di level US$ 4.310 per troy ons pada pukul 07:30 WIB, atau hanya naik tipis sebesar 0,01 persen.

Pergerakan stagnan ini terjadi setelah harga emas ditutup melonjak 2,08 persen ke posisi US$ 4.309,7 per troy ons pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Lonjakan tersebut menggenapi tren kenaikan harga emas selama tiga hari berturut-turut dengan akumulasi penguatan mencapai hampir 6 persen.

Akselerasi harga sang logam mulia dipicu oleh meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua belah pihak dilaporkan segera menandatangani kesepakatan damai interim di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G7 pekan ini.

Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz serta pencabutan blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat. Situasi ini langsung berdampak pada penurunan harga minyak mentah jenis brent sebesar nyaris 5 persen ke level US$ 83,17 per barel pada perdagangan kemarin.

Penurunan harga energi diperkirakan dapat meredam ancaman inflasi global, sehingga bank sentral memiliki ruang untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuan. Kondisi ini menguntungkan bagi emas yang merupakan aset tanpa imbal hasil, karena daya tariknya kerap menurun saat suku bunga menanjak.

"Harga emas masih underpriced (terlalu murah). Jika damai terus terjaga, maka aksi jual terhadap emas akan berkurang dan berbalik menjadi aksi borong. Emas akan menjadi aset aman (safe haven asset) dan alternatif investasi di luar dolar AS," jelas Nicky Shiels, Head of Research and Metal Strategy di MKS PAMP SA, seperti dinukil dari Bloomberg News.

Secara teknikal berdasarkan grafik harian, pergerakan emas saat ini sebenarnya masih berada di zona bearish. Indikator Relative Strength Index 14 hari menunjukkan angka 43, di mana posisi di bawah angka 50 mengonfirmasi tren pelemahan tersebut.

Kendati demikian, indikator Stochastic RSI 14 hari telah menyentuh angka 99 yang menandakan kondisi jenuh beli atau overbought. Investor perlu mengantisipasi adanya risiko koreksi harga pada perdagangan hari ini.

Titik pivot point yang perlu dicermati berada pada level US$ 4.303 per troy ons. Jika bergerak turun, harga emas berpotensi menguji tingkat support Moving Average 5 di level US$ 4.271 per troy ons, dengan rentang support lanjutan pada kisaran US$ 4.267 hingga US$ 4.208 per troy ons.

Sebaliknya, apabila kekuatan momentum kenaikan masih terjaga, target resisten terdekat berada di posisi US$ 4.330 per troy ons. Keberhasilan melewati titik resisten tersebut berpeluang membawa harga emas melaju ke area US$ 4.361 sampai US$ 4.421 per troy ons.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author