Harga Emas Dunia 22 Juni 2026 Melemah ke Level US$ 4.150

Share

Harga emas dunia terpantau kembali mengalami pelemahan pada perdagangan pagi ini. Tren negatif komoditas ini melanjutkan penurunan yang sudah terjadi sejak pekan lalu.

Dilansir dari BloombergTechnoz, harga emas dunia di pasar spot berada di level US$ 4.150,1 per troy ons pada Senin (22/6/2026) pukul 07:10 WIB. Nilai tersebut turun tipis 0,04% dari penutupan pekan lalu.

Jika perdagangan hari ini kembali ditutup di zona merah, komoditas ini menggenapi pelemahan selama empat hari beruntun. Dalam sepekan terakhir, harga emas menyusut hampir 4% secara point-to-point.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menekan pergerakan harga emas dunia. Kabar terbaru menunjukkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman kepada Iran.

Melalui media sosial, Donald Trump menegaskan bakal menyerang Iran apabila negara tersebut tidak menghentikan proxy bayaran mereka di Lebanon. Ancaman ini mengacu pada kelompok Hizbullah yang berkonflik dengan Israel.

"Kalau Anda menutup Hormuz, maka Anda tidak akan bisa mendapatkannya kembali," ujarnya dalam wawancara dengan Fox News mengenai pungutan biaya melintasi Selat Hormuz.

Langkah Donald Trump tersebut direspons serius oleh Teheran. Media Iran mengabarkan bahwa pihak pemerintah menunda dialog dengan AS yang sedang berlangsung di Swiss akibat manuver tersebut.

Di sisi lain, harga minyak jenis brent terpantau menguat hampir 1% ke level US$ 81,3 per barel pada pukul 07:26 WIB. Kondisi Timur Tengah dan lonjakan minyak memicu kekhawatiran risiko inflasi tinggi global.

Situasi tersebut membuat bank sentral di berbagai negara sulit melonggarkan kebijakan moneter. Beberapa negara, termasuk Indonesia, bahkan telah mengambil opsi pengetatan melalui kenaikan suku bunga acuan.

Emas sendiri merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset. Oleh karena itu, investasi pada instrumen ini menjadi kurang menguntungkan di tengah tren suku bunga tinggi.

Secara teknikal dalam grafik harian, pergerakan emas saat ini masih tertahan di zona bearish. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang berada pada level 37.

Meskipun demikian, indikator Stochastic RI 14 hari sudah menyentuh level 63. Posisi ini menunjukkan area beli yang tergolong cukup kuat bagi pelaku pasar.

Peluang kenaikan harga emas untuk perdagangan hari ini masih terbuka setelah melewati pivot point US$ 4.147 per troy ons. Target resisten terdekat berada di posisi US$ 4.187 per troy ons.

Jika level Moving Average (MA) 5 tersebut berhasil ditembus, harga emas akan menguji rentang US$ 4.231 hingga US$ 4.311 per troy ons. Sebaliknya, level US$ 4.137 per troy ons menjadi area support terdekat.

Apabila pergerakan harga menembus ke bawah titik support tersebut, emas berisiko mengalami penurunan lebih dalam. Nilai komoditas berpotensi merosot menuju kisaran US$ 4.125 hingga US$ 4.098 per troy ons.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author