Harga Emas Dunia Ambles ke US$ 4.188 per Troy Ons 19 Juni 2026

Share

Harga emas mengalami penurunan tajam pada perdagangan kemarin dan mencatatkan koreksi yang signifikan dalam dua hari terakhir.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, harga emas dunia di pasar spot merosot 1,68 persen dan ditutup pada posisi US$ 4.188,2 per troy ons pada Kamis (18/6/2026).

Penurunan ini membuat nilai sang logam mulia terakumulasi berkurang sebesar 3,31 persen selama dua hari beruntun.

Kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve menjadi faktor utama yang membebani pergerakan harga emas.

Gubernur Kevin Warsh bersama jajaran pejabat Federal Open Market Committee (FOMC) sebenarnya sepakat mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,5-3,75 persen.

Meski demikian, dokumen dot plot terkini mengindikasikan adanya kecenderungan pengetatan moneter dengan mayoritas anggota FOMC memproyeksikan kenaikan Federal Funds Rate sebanyak satu hingga dua kali pada tahun ini.

Emas selaku aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang diminati oleh pelaku pasar ketika suku bunga berada di level tinggi.

Prospek suku bunga yang bertahan tinggi dalam jangka waktu lebih lama membuat Goldman Sachs memangkas proyeksi harga emas akhir tahun dari US$ 5.400 menjadi US$ 4.900 per troy ons.

"Pandangan kami terhadap emas masih konstruktif secara struktural. Namun secara taktikal, perlu waspada karena ada risiko turun dalam jangka pendek," sebut catatan Goldman Sachs, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Secara teknikal untuk perdagangan Jumat (19/6/2026), posisi emas berada di zona bearish yang tecermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari di angka 37.

Namun, indikator Stochastic RSI 14 hari yang bertengger di level 63 menunjukkan area beli yang cukup kuat sehingga membuka peluang terjadinya technical rebound.

Target resisten terdekat berada pada kisaran US$ 4.251-4.281 per troy ons, yang jika ditembus dapat mendorong harga menuju rentang US$ 4.293-4.367 per troy ons dengan target optimistis US$ 4.531 per troy ons.

Sebaliknya, jika pelemahan berlanjut, target support terdekat berada di posisi US$ 4.167 per troy ons sebelum melorot ke US$ 4.125 per troy ons dan target pesimistis di US$ 4.032 per troy ons.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author