Harga Emas Dunia Menguat Pasca Pernyataan Donald Trump Terkait Selat Hormuz

Share

Harga emas dunia terpantau tetap bergerak menguat setelah adanya pernyataan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai potensi pembukaan kembali Selat Hormuz pada hari Jumat.

Langkah tersebut dinilai membuka kesempatan besar untuk meredakan guncangan energi serta tekanan inflasi yang sebelumnya sempat mengguncang pasar global.

Seperti diberitakan oleh Bloombergtechnoz, harga emas kini berada pada kisaran US$4.310 per troy ons, setelah mencatatkan kenaikan sebesar 2,2% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Lonjakan harga komoditas ini terjadi menyusul pengumuman kesepakatan sementara antara pihak Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik sekaligus mencabut blokade maritim di wilayah strategis tersebut.

Walaupun demikian, sejumlah sekutu dari Amerika Serikat dilaporkan masih menunjukkan sikap yang lebih hati-hati.

Sikap ini terkait dengan estimasi seberapa cepat aliran energi maupun komoditas penting lainnya dapat kembali normal melalui jalur air strategis tersebut.

Di sisi lain, harga minyak dunia masih mempertahankan nilai kerugiannya setelah anjlok hampir 5% pada hari Senin.

Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan dekat dengan level US$81 per barel, sementara untuk varian Brent ditutup pada posisi mendekati US$83 per barel.

Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu, harga emas tercatat sudah mengalami penurunan sekitar 18%.

Pergerakan emas cenderung berlawanan arah dengan pergerakan minyak mentah selama masa konflik berlangsung.

Hal ini terjadi karena kenaikan harga energi memicu inflasi tinggi, sehingga mendorong para bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dan mengurangi daya tarik logam mulia.

Saat ini para pelaku pasar sedang menanti rangkaian keputusan dari bank sentral pekan ini, termasuk pertemuan pertama Federal Reserve di bawah kepemimpinan Gubernur baru Kevin Warsh.

Ekspektasi pasar saat ini mengarah pada proyeksi kenaikan suku bunga acuan yang akan terjadi pada akhir tahun nanti.

Pada perdagangan di pasar spot pukul 06.30 pagi waktu Singapura, harga logam mulia emas mengalami penurunan tipis sebesar 0,1% menjadi US$4.307,20 per troy ons.

Komoditas perak juga mengalami pelemahan sebesar 0,2% ke level US$69,87, yang kemudian diikuti oleh penurunan tipis pada harga platinum serta paladium.

Sementara itu, Indeks Bloomberg Dollar Spot yang menjadi indikator acuan untuk mata uang Amerika Serikat ditutup melemah 0,1% pada sesi sebelumnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author