Harga Emas Dunia Turun Menuju Kerugian Mingguan Ketiga
Harga emas dunia mengalami penurunan hingga menuju kerugian mingguan ketiga berturut-turut pada Jumat, 20 Juni 2026, seiring pelaku pasar mencermati penundaan negosiasi perdamaian Timur Tengah dan prospek suku bunga Amerika Serikat.
Penurunan harga komoditas ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran menunda pembicaraan kesepakatan jangka panjang terkait perdamaian serta program nuklir Teheran menyusul eskalasi pertempuran di Lebanon selatan, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.
Kondisi pasar juga dipengaruhi oleh dibukanya kembali Selat Hormuz untuk kapal pengangkut minyak pascapenandatanganan kesepakatan sementara pada Rabu, meskipun lalu lintas kapal dilaporkan menipis pada awal Jumat karena Teheran mewajibkan adanya izin melintas.
Tekanan terhadap komoditas ini diperparah oleh pernyataan bernada hawkish terkait inflasi dari Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, sehingga memicu ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh para pelaku pasar.
"Secara historis, emas cenderung berkinerja lebih buruk menjelang kenaikan suku bunga pertama," kata Christopher Wong, analis strategi di Oversea-Chinese Banking Corp.
Situasi ketidakpastian ini dinilai masih memberikan ruang bagi pergerakan komoditas logam mulia ke depan tergantung pada kepastian siklus kebijakan moneter tersebut.
"Meski demikian, masih belum jelas apakah ini hanya kenaikan suku bunga sebagai langkah antisipatif atau awal dari siklus pengetatan yang lebih panjang. Jika bukan awal dari siklus baru, ada peluang besar emas akan kembali bersinar," kata Christopher Wong, analis strategi di Oversea-Chinese Banking Corp.
Pada penutupan perdagangan pukul 13.00 waktu New York, harga emas spot tercatat melemah 1,3 persen ke level US$4.155,71 per ons, sementara perak juga turun 1,2 persen ke posisi US$64,90 per ons di tengah libur nasional Juneteenth yang membuat sebagian besar pasar keuangan AS tutup.