Harga Minyak Dunia Anjlok Pasca AS dan Iran Sepakati Damai

Share

Harga minyak mentah dunia merosot tajam pada Senin, 15 Juni 2026, setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati pakta perdamaian untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Langkah tersebut dilansir dari Bloombergtechnoz membuka peluang besar bagi pembukaan kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.

Minyak jenis Brent anjlok lebih dari 3% menuju level US$84 per barel setelah sempat menutup pekan lalu di posisi terendah dalam tiga bulan terakhir. Sementara itu, komoditas minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak mendekati level US$81 per barel akibat sentimen positif ini.

Presiden AS Donald Trump menyatakan melalui media sosial bahwa dirinya telah memberikan otoritas penuh untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut tanpa biaya. Kebijakan ini sekaligus mengakhiri blokade terhadap Iran, dengan jadwal pembukaan selat segera setelah penandatanganan resmi pada Jumat pekan ini.

"Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian," ujar Trump.

Pemulihan arus pasokan energi global diharapkan segera terjadi setelah pengumuman tersebut disampaikan ke publik.

"Biarkan minyak kembali mengalir!" kata Trump.

Penurunan harga juga merembet ke kontrak berjangka gas alam Eropa yang sempat merosot hingga 5,8%. Untuk rincian komoditas, Brent pengiriman Agustus turun 3,4% ke posisi US$84,32 per barel pada pukul 06.37 pagi waktu Singapura, sedangkan WTI pengiriman Juli merosot 4,0% ke level US$81,46 per barel.

Pihak Teheran memberikan konfirmasi resmi mengenai tercapainya kesepakatan damai yang akan mengakhiri ketegangan geopolitik sejak akhir Februari lalu.

"kesepakatan memang telah tercapai." ujar Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran.

Gharibabadi menambahkan bahwa draf teks resmi kesepakatan tersebut segera dipublikasikan setelah upacara penandatanganan selesai dilakukan di Swiss.

Pemerintah AS berencana mengirimkan delegasi tingkat tinggi untuk menghadiri prosesi penandatanganan dokumen perdamaian tersebut.

"tentu saja" ujar JD Vance, Wakil Presiden AS.

Vance menyatakan rencana kehadirannya di Swiss dan membuka kemungkinan bahwa Presiden Trump juga akan ikut hadir dalam upacara penandatanganan tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author