Harga Perak Antam Melonjak Rp 1.300 per Gram Pada 8 Agustus 2026

Share

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatat kenaikan harga perak murni batangan sebesar Rp 1.300 menjadi Rp 42.550 per gram pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Lonjakan harian sekitar 3,15 persen ini dipublikasikan melalui laman resmi Logam Mulia.

Penguatan ini memulihkan harga perak Antam setelah sempat merosot tajam Rp 700 ke level Rp 41.250 per gram pada perdagangan Jumat (7/8/2026). Sebelum penurunan tersebut, harga perak Antam sempat menguat Rp 300 dari Rp 41.650 menjadi Rp 41.950 per gram pada Kamis (6/8/2026).

Untuk ukuran yang lebih besar pada perdagangan Sabtu (8/8/2026), perak murni Antam berat 250 gram dijual dengan harga dasar Rp 11.037.500 atau Rp 12.251.625 setelah dikenakan PPN 11 persen. Sementara itu, varian 500 gram dipatok pada harga dasar Rp 21.275.000 atau Rp 23.615.250 termasuk PPN 11 persen.

Antam juga menyediakan varian Perak Antam Heritage. Pada Sabtu (8/8/2026), ukuran 31,1 gram dijual sebesar Rp 1.871.090 sebelum pajak dan Rp 2.076.910 setelah PPN 11 persen, sedangkan ukuran 186,6 gram dibanderol Rp 10.105.126 atau Rp 11.216.690 termasuk PPN 11 persen.

Pergerakan harga perak domestik ini sejalan dengan dinamika pasar global. Pada penutupan perdagangan Jumat (7/8/2026), harga spot perak internasional melejit 3,36 persen ke level US$ 63,58 per ons troi, setelah sempat melemah di kisaran US$ 61,26 hingga US$ 61,61 per ons troi.

Mengacu pada kurs tengah Bank Central Asia (BCA) sebesar Rp 17.875 per dolar AS pada Sabtu (8/8/2026), harga dasar perak murni internasional berkadar 99,9 persen setara dengan Rp 36.660 per gram. Pasar komoditas dunia yang tutup pada akhir pekan menjadikan data perdagangan Jumat sebagai acuan hingga pasar kembali dibuka pekan depan.

Laporan pasar komoditas menunjukkan bahwa lonjakan harga perak dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. Kondisi ini memperkuat keyakinan pasar bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, seiring pelemahan indeks dolar AS dan tingginya permintaan industri seperti panel surya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author