HBO Rilis Serial House of the Dragon Musim Ketiga

Share

Stasiun televisi HBO dan layanan streaming Max resmi merilis episode perdana serial House of the Dragon musim ketiga secara global pada Minggu, 21 Juni 2026 waktu setempat. Musim terbaru ini langsung dibuka dengan pertempuran laut skala besar bertajuk Battle of the Gullet yang mempertemukan armada Corlys Velaryon melawan aliansi Triarchy.

Kisah pembuka ini menyajikan klimaks dari ketegangan musim kedua yang sempat menuai kritik tajam dari para penggemar karena dinilai menggantung. Alur cerita musim ini berfokus pada perang terbuka Dance of the Dragons yang diadaptasi dari novel prekuel Fire & Blood karya George R.R. Martin.

Dalam pertempuran sengit tersebut, Laksamana Sharako Lohar dari Triarchy meluncurkan strategi agresif dengan menyerang wilayah Hightide demi memukul moral Corlys Velaryon. Konflik memuncak ketika Jacaerys Targaryen bersama naganya, Vermax, serta Baela yang menunggangi Moondancer terjun ke medan laga untuk menghalau musuh.

Pertarungan laut tersebut berakhir dengan kemenangan kubu Blacks, namun harus dibayar mahal dengan kematian Pangeran Jacaerys dan hilangnya Corlys Velaryon di lautan. Di sisi lain, Sharako Lohar dan Tyland Lannister juga tewas dalam pertempuran tersebut.

Sebelum penayangan perdana, para penonton global sempat melayangkan kritik keras di platform digital terkait akhir musim kedua yang dianggap mengecewakan. Berdasarkan ulasan Metro, reaksi penonton saat masa jeda antar-musim dipenuhi kekecewaan.

"That was one of the most underwhelming finales I’ve ever watched." kata penonton global.

Kekecewaan serupa juga membanjiri platform Reddit. Pengguna media sosial menganggap keputusan memotong cerita sebelum pertempuran besar sebagai langkah buruk untuk menjaga loyalitas pemirsa.

"Coming from someone who liked the season and definitely enjoys the show: it’s still absolutely bananas that they ended on a cliffhanger. They’ve built up a lot, had some good arcs going into this place, and the next season is going to be incredibly stacked, but this wait is just an objectively bad decision for maintaining your audience," tulis akun nosayso.

Bahkan, beberapa penonton menyamakan situasi tersebut dengan penurunan kualitas pada akhir serial Game of Thrones. Kritik tajam pun dilontarkan mengenai efisiensi penceritaan di musim sebelumnya.

"This season could’ve been an email," tulis akun Galahad_the_Ranger.

Akibat kekecewaan dari waralaba sebelumnya, sebagian penggemar menyatakan keengganan mereka untuk melanjutkan menonton tayangan terkait Westeros.

"Classic “Fool me once”. After I got burned by GOT, I refuse to watch any Thrones media. I am happy with my choice." tulis akun GregorianShant.

Kendati demikian, arah sentimen penonton langsung berubah menjadi sangat positif di platform X segera setelah episode pertama musim ketiga ditayangkan secara resmi.

"Just watched the first episode of House of the Dragon s3 at the world premiere…. I’m speechless. No one is ready…" tulis akun @watchwithdiya.

Pujian terhadap kualitas visual dan intensitas cerita juga datang dari komunitas pengamat film di Instagram yang terpukau oleh pembukaan musim baru ini.

"HOTD S03E01 is nothing like we’ve EVER seen, not just in Westeros but in television in general. In the words of the phenomenal @thegenuinetoussaint “GIRD YOUR LOINS”," tulis akun @gameofthroneshistorian.

Menanggapi besarnya ekspektasi dan kritik dari para penonton tersebut, showrunner Ryan Condal menjelaskan alasan tim produksi mematangkan persiapan adegan pertempuran besar.

"One of the things that came into play in season two is: What is the final destination of the series and where are we going? It was a combination of factors that led us to rebalance the season knowing now where we’re going," kata Ryan Condal.

Condal menambahkan bahwa tim produksi berkomitmen mengalokasikan sumber daya visual yang sangat besar untuk menghadirkan Battle of the Gullet secara maksimal.

"We wanted to rebalance the story in such a way that we had three great seasons of television [after season one] to round out and tell this story. When you’re trying to mount the show, which requires a tremendous amount of resources, construction, armor, costumes, visual effects … we are trying to give The Gullet — which is arguably the second most anticipated action event of Fire & Blood — trying to give it the time and the space that it deserves." kata Ryan Condal.

Mengenai tekanan dari para penggemar di media sosial, Condal mengaku merasa beruntung karena proses produksi yang berlangsung di Inggris membuatnya terisolasi dari kebisingan industri.

"It’s funny," kata Ryan Condal.

Ia merasa fokus kerjanya tetap terjaga dengan baik tanpa gangguan dari agen maupun rekan sesama penulis selama menetap di London.

"You would think I’m inside of it but I actually think living in London does keep me outside of it a bit. Day to day, I don’t run into my agents or run into my other writer friends in the business because I’m out here on this island” – the United Kingdom – “making the show. So, it’s exciting but in a nice way." kata Ryan Condal.

Terkait desakan agar serial ini dirilis setiap tahun, Condal menegaskan bahwa proses pembuatan efek visual naga dan penulisan naskah membutuhkan waktu yang panjang.

"No, we continued on. We had a plan from the outset and we’re not going to listen to the noise. I realize that this is a four-season show and you have to wait two years in between each chapter." kata Ryan Condal.

Ia meminta maaf kepada para penggemar sembari merinci kalkulasi waktu produksi yang tidak memungkinkan penayangan tahunan.

"But ultimately this is one story we’re telling. I get the frustration. It’s a long downtime between seasons.

It just takes long to prep and shoot the show. This is after scripts are written that take a year, and then it takes seven-eight months to make dragons. So, do the math.

It’s not possible to come out every year. I’m very sorry." kata Ryan Condal.

Meski harus menunggu lama, sang showrunner meyakinkan bahwa kesabaran pemirsa akan terbayar lunas pada episode-episode mendatang.

"But you guys decided to be fans of the show called ‘House of the Dragon.’ And I think everybody’s patience and impatience, will be rewarded in a couple of weeks." kata Ryan Condal.

Lebih lanjut, Condal memberikan gambaran mengenai atmosfer penceritaan musim ketiga yang digarap oleh sutradara Loni Peristere, Clare Kliner, Nina Lopez-Corrado, dan Andrij Parekh ini.

"This is a Westeros show. It’s a Shakespearean family tragedy. We’ve talked about that a lot in the beginning." kata Ryan Condal.

Pertikaian yang semakin meruncing antara kubu Rhaenyra Targaryen dan Aegon II dipastikan akan membawa nuansa serial menjadi lebih kelam.

"The mood of the show probably changes a little bit in S3 as things get darker and a bit bleaker." kata Ryan Condal.

Di tengah peluncuran musim ketiga ini, dilansir dari tirto.id dan akses.co.id, Ryan Condal dilaporkan bakal mundur dari posisinya sebagai showrunner setelah menyelesaikan musim keempat akibat perbedaan pandangan kreatif dengan George R.R. Martin. Serial House of the Dragon musim ketiga ini akan berjalan sepanjang 8 episode yang ditayangkan secara berurutan hingga 9 Agustus 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author