Hidayat Nur Wahid Tekankan Pelestarian Budaya untuk Perkuat Identitas Bangsa

Share

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menekankan pentingnya melaksanakan konstitusi dengan merawat kebudayaan demi memperkuat identitas dan persatuan bangsa Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Hidayat Nur Wahid saat menghadiri Pagelaran Rakyat Wayang Kulit yang digelar MPR RI untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus sosialisasi Empat Pilar MPR RI pada Sabtu (22/8/2026) malam, dilansir dari Detikcom.

Pagelaran ini mengangkat lakon Bimo Kurdo yang dibawakan oleh dalang Ki Jatmiko Anom Saputro, putra dari maestro dalang legendaris Ki Anom Suroto. Acara juga dihadiri jajaran DPP PKS dan Dewan Syariah PKS.

Hidayat Nur Wahid menyatakan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang harus diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai agama dan kebangsaan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

"Agama dan kebangsaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia," ujar Hidayat Nur Wahid.

Menurutnya, pagelaran budaya menjadi sarana efektif untuk menyosialisasikan nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan kebudayaan. Ia menegaskan bahwa konstitusi negara juga memberikan perhatian kepada pengembangan kebudayaan nasional.

"Negara memiliki tanggung jawab menjaga dan mengembangkan kebudayaan sebagai bagian dari upaya memperkuat eksistensi Indonesia di tingkat dunia," tambahnya.

Wayang kulit disebutnya sebagai salah satu kekayaan budaya yang sudah mendapat pengakuan dunia. Bahkan, UNESCO telah menetapkannya sebagai warisan budaya takbenda.

Hidayat Nur Wahid menilai pelestarian wayang kulit bukan hanya menjaga kesenian tradisional, tetapi juga mempertahankan identitas bangsa Indonesia.

Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Hidayat Nur Wahid mengajak masyarakat untuk memperkuat rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia meski menghadapi berbagai persoalan seperti bencana alam dan tekanan ekonomi.

"Kalau kita tidak pandai-pandai merajut dan menyegarkan kembali ingatan kesyukuran akan kemerdekaan Indonesia, bisa jadi pesimisme akan mendominasi," ujar Hidayat Nur Wahid.

Ia juga mengaitkan pentingnya mensyukuri kemerdekaan Indonesia dengan perjuangan bangsa Palestina yang masih berjuang meraih kemerdekaan.

Mengenai lakon Bimo Kurdo, Hidayat Nur Wahid menilai cerita tersebut relevan dengan semangat kemerdekaan Indonesia, menggambarkan perjuangan menghadapi berbagai cobaan sebelum kebenaran menang.

"Kita bisa menyatu padu sebagai sesama warga dan rakyat Indonesia, persis seperti yang dicontohkan oleh bapak-bapak bangsa yang tergabung dalam BPUPKI, Panitia 9 maupun PPKI," ujar Hidayat Nur Wahid.

Setelah menyampaikan pesan kebangsaan, Hidayat Nur Wahid secara simbolis menyerahkan tokoh wayang kepada Ki Jatmiko Anom Saputro, sebagai tanda dimulainya Pagelaran Rakyat Wayang Kulit.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Kebudayaan kemerdekaan Politik
Editors Team
gilang-permana-putra
Author