Hizbullah Larang Israel Lanjutkan Operasi Militer di Lebanon

Share

Pemimpin Hizbullah Naim Qassem melarang Israel untuk melanjutkan operasi militernya di Lebanon demi merespons pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang ingin pasukannya tetap bertahan, dilansir dari Bloomberg Technoz pada Minggu (21/6).

“Israel tidak akan bisa bertahan di Lebanon, bahkan jika mereka terus meningkatkan intensitas kejahatannya. Dan kami akan terus mempertahankan diri,” tegas Qassem, Pemimpin Hizbullah.

Penegasan tersebut disampaikan dalam pidato resmi melalui saluran televisi Al-Manar setelah Benjamin Netanyahu menyatakan pasukannya akan berada di Lebanon selama diperlukan. Situasi di lapangan menunjukkan bentrokan bersenjata antara pasukan Israel dan Hizbullah masih terus terjadi secara nyata.

Padahal, Iran dan Amerika Serikat telah mencapai nota kesepahaman (MoU) yang menggarisbawahi penghentian permusuhan di wilayah tersebut. Kelompok yang didukung Iran ini memastikan bakal membalas setiap tindakan yang dianggap melanggar kesepakatan.

“Gencatan senjata apa pun di bawah payung penghentian agresi secara menyeluruh—kami sudah berkomitmen terhadap hal itu. Namun, kami tidak akan menoleransi pelanggaran sekecil apa pun. Setiap pelanggaran akan kami hadapi.

Setiap pelanggaran akan kami lawan. Dan setiap pelanggaran akan kami tangani dengan cara yang kami anggap tepat,” cetus Qassem, Pemimpin Hizbullah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author