Hubungan Donald Trump dan Giorgia Meloni Memanas Akibat Klaim Foto

Share

Hubungan diplomatik antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dilaporkan memanas akibat klaim Trump terkait permintaan foto, seperti dilansir dari Detikcom pada Minggu (21/6/2026).

Ketegangan antara kedua pemimpin sayap kanan ini awalnya dipicu oleh pecahnya perang Amerika Serikat-Israel di Iran yang berdampak buruk pada perekonomian Eropa. Situasi semakin memburuk setelah Trump mengklaim Meloni memohon untuk berfoto bersama dalam KTT G7 di Prancis.

Meloni segera membantah klaim tersebut dan menuduh Trump lebih menghormati musuh-musuh Barat ketimbang sekutu lamanya sendiri.

"Ada satu hal yang harus dia ingat: baik saya maupun Italia tidak pernah memohon," ujar Meloni, Perdana Menteri Italia.

Perselisihan ini merusak hubungan yang sebelumnya harmonis, termasuk momen ketika Meloni menjadi satu-satunya pemimpin Eropa yang diundang dalam pelantikan masa jabatan kedua Trump pada 2025. Keretakan juga sempat dipicu oleh penolakan Meloni terhadap penggunaan pangkalan udara di Sisilia untuk pesawat militer Amerika Serikat.

Pengamat politik dari Policy Sonar, Francesco Galietti menilai sikap Meloni dapat memberikan keuntungan politik di dalam negeri, namun berisiko merusak narasi politiknya menjelang pemilihan tahun depan.

"Ini seperti tamparan keras di wajah," kata Galietti, Pengamat Politik Policy Sonar.

Galietti menambahkan bahwa situasi ini dapat membahayakan strategi Meloni karena rakyat Italia memilihnya berdasarkan faktor keandalan.

"Hal itu benar-benar membahayakan strateginya, karena ketika kita mengadakan pemilihan, rakyat Italia pada akhirnya akan memilihnya karena dia adalah orang yang paling dapat diandalkan," tutur Galietti, Pengamat Politik Policy Sonar.

Dampak dari ucapan Trump tersebut juga memicu reaksi keras dari jajaran kabinet Italia. Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, langsung membatalkan rencana perjalanannya ke forum bisnis Italia-AS di Miami yang dijadwalkan berlangsung hari ini.

Dukungan untuk Meloni mengalir dari berbagai pejabat tinggi Italia, termasuk Presiden Sergio Mattarella dan Menteri Transportasi Matteo Salvini yang mengecam keras pernyataan Trump melalui media sosial.

"Siapa pun yang menyerang @GiorgiaMeloni menyerang kita semua," tulis Salvini, Menteri Transportasi Italia.

Pembelaan serupa disampaikan oleh Menteri Pertahanan Guido Crosetto dan Menteri Kehakiman Carlo Nordio. Nordio bahkan mengaitkannya dengan sejarah pengorbanan pasukan Amerika Serikat pada Perang Dunia II untuk menegaskan kedalaman kerusakan hubungan kedua negara.

"Ribuan salib yang menandai makam tentara Amerika yang gugur untuk membebaskan kita dari kediktatoran Nazi-Fasis tidak pantas menerima pukulan menyakitkan seperti itu terhadap ikatan persaudaraan kita," kata Nordio, Menteri Kehakiman Italia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author