IHSG 29 Mei 2026 Ditutup Melemah Tipis ke Level 6.127
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi tinggi sebelum akhirnya mendarat di zona merah pada akhir pekan. Seperti diberitakan oleh Bloombergtechnoz, indeks saham tanah air terpangkas sebesar 2,8 poin atau setara 0,05% ke level 6.127 pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026).
Pergerakan indeks sepanjang hari memperlihatkan volatilitas yang cukup tajam sejak bel pembukaan perdagangan dimulai. IHSG sempat melaju ke zona hijau dan zona merah secara bergantian, dengan rentang pergerakan di posisi tertinggi 6.230 hingga menyentuh level terendah pada 6.111.
Berdasarkan rekaman data Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas transaksi di pasar modal mencatatkan nilai perdagangan yang fantastis mencapai Rp50,14 triliun. Total saham yang berpindah tangan menembus 47,21 miliar lembar dengan frekuensi transaksi jual-beli yang dilakukan sebanyak 2,37 juta kali.
Kondisi pasar secara umum didominasi oleh koreksi harga, di mana sebanyak 409 saham mencatatkan penurunan. Sementara itu, terdapat 271 saham yang masih mampu bergerak menguat, dan 137 saham lainnya bertahan di posisi stagnan.
Sektor kesehatan memimpin pembalikan arah indeks ke zona negatif dengan penurunan sebesar 1,49%, diikuti sektor properti yang melemah 1,09%, dan sektor keuangan turun 1,04%. Selain itu, sektor konsumen primer serta teknologi juga ikut terdepresiasi masing-masing sebesar 0,64% dan 0,6%.
Pada sektor kesehatan, beberapa emiten menjadi penekan indeks meliputi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) yang anjlok 4,95%, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) terpangkas 4,55%, serta PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) menyusut 4,26%.
Pelemahan ini juga diperberat oleh sektor properti yang mencatatkan penurunan tajam pada saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) sebesar 5,26%. Selanjutnya, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) ambles 3,59% dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) tergelincir 2,91%.
Grup saham unggulan dalam indeks LQ45 tidak luput dari tekanan jual, dengan emiten PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menjadi beban utama setelah ambles 6,11%. Saham perbankan pelat merah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) juga mencatatkan koreksi dalam sebesar 5,22%.
Tren penurunan pada jajaran LQ45 turut menyeret saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang melemah 4,79%, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 4,78%, serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang terkoreksi 4,69%.
Emiten papan atas lain yang bergerak senada di antaranya PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang drop 4,67%, disusul saham berkapitalisasi besar PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tertekan 4,61%, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun 4,26%.
Menurut analisis dari Phintraco Sekuritas, koreksi yang melanda indeks pada hari Jumat ini tergolong tipis setelah sebelumnya sempat menggapai posisi 6.230.
"Kendatipun terjadi tekanan jual terhadap beberapa saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI, namun pelemahan yang berlangsung tidak sedalam yang digelisahkan pasar, dan beberapa saham justru berhasil mengalami kenaikan."
"Hal ini diduga karena sebelumnya rebalancing indeks MSCI ini sudah diantisipasi oleh investor," papar Phintraco.
Faktor eksternal yang ikut membebani laju IHSG adalah pergerakan nilai tukar rupiah. Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus tertekan di pasar spot hingga menyentuh level terendahnya pada posisi Rp17.874/US$.
"Secara teknikal, Stochastic RSI melanjutkan reversal ke arah pivot dan histogram negatif MACD berlanjut menyempit," analisis Phintraco.
"Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.000–6.300 pada pekan depan."