IHSG Diproyeksikan Melemah Terbatas Akibat Sikap Hawkish The Fed
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak melemah terbatas dan cenderung konsolidatif pada perdagangan Kamis (18/6/2026) akibat sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, yang mempertahankan suku bunga acuan serta memberikan sinyal kenaikan pada Oktober mendatang.
Penurunan indeks komposit ini dipengaruhi oleh proyeksi kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz. Pelaku pasar kini tengah mencermati arah kebijakan makroekonomi tersebut karena akan menentukan pergerakan nilai tukar rupiah, arus modal asing, serta sentimen pasar jangka pendek.
Analis teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda memproyeksikan pergerakan indeks berada pada area support 6.071-5.931 dan resisten 6.300-6.350. Pergerakan ini juga terjadi di tengah penantian pasar terhadap sejumlah agenda global seperti MSCI Global Market Accessibility Review dan rebalancing FTSE.
"Selama bertahan di atas area support, tren rebound menengah masih terjaga meskipun volatilitas diperkirakan meningkat menjelang berbagai agenda pasar pekan ini," kata Reza Diofanda, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas.
Di sisi lain, Pilarmas Sekuritas menyoroti kekhawatiran investor terkait kenaikan median Fed Rate tahun ini menjadi 3,75 persen, meskipun harga minyak dunia telah jatuh ke bawah US$80 per barel. Sentimen eksternal tersebut turut menekan bursa Wall Street seperti indeks S&P 500 yang merosot sekitar 1,5 persen.
"Probabilitas kenaikan suku bunga pada September naik menjadi 50,4% dengan potensi kenaikan sebesar 25 bps," tulis Pilarmas Sekuritas.
Sikap agresif bank sentral pimpinan Kevin Warsh ini membuat investor bersiap menghadapi suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama demi meredam inflasi domestik Amerika Serikat.
"Pasar sudah bersiap menghadapi suku bunga yang lebih tinggi, tetapi proyeksi The Fed menunjukkan para pembuat kebijakan mungkin bersierre mempertahankan sikap yang lebih hawkish dibandingkan yang diperkirakan investor," kata Bret Kenwell, Analis eToro.