IHSG Melemah ke Level 6.167 pada Pembukaan Perdagangan Kamis Pagi

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 53,04 poin atau 0,85 persen ke level 6.167 hingga pukul 09:10 WIB pada perdagangan Kamis (18/6/2026), dilansir dari Bloomberg Technoz.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia setelah 10 menit berjalan menunjukkan volume perdagangan mencapai 3,43 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,89 triliun dari 253.728 kali frekuensi. Tercatat sebanyak 200 saham mengalami penguatan, 325 saham melemah, dan 177 saham lainnya tidak bergerak di tengah variasi pergerakan bursa saham Asia.

BRI Danareksa Sekuritas memaparkan bahwa aksi ambil untung dan sikap menunggu dari para investor mendominasi pasar menjelang pengumuman keputusan Bank Indonesia terkait BI Rate yang diproyeksikan naik 25 bps menjadi 5,75 persen.

"Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak melemah terbatas dan cenderung konsolidatif dengan area support 6.071–5.931 dan resistance 6.300–6.350," mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.

Pihak sekuritas menambahkan bahwa tren pemulihan jangka menengah tetap terjaga selama indeks bertahan di atas area dukungan tersebut, dengan rekomendasi saham NCKL, MDKA, dan SMIL.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebutkan adanya indikasi peningkatan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat pada tahun 2026 guna menekan laju inflasi, di mana median proyeksi berada pada level 3,8 persen.

"Secara teknikal, MACD IHSG berlanjut membentuk pelebaran histogram positif. Namun Stochastic RSI membentuk death cross di area overbought," mengutip paparan Phintraco.

Kondisi teknikal tersebut membuat IHSG diperkirakan bergerak mendatar cenderung melemah pada rentang 6.100–6.350 dengan saham pilihan MAPI, MSIN, JSMR, HEAL, dan ESSA.

Sentimen negatif pasar juga diprediksi datang dari pelemahan bursa Wall Street, aksi jual investor asing, serta depresiasi nilai tukar rupiah.

"IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.110–6.000 dan resistance 6.330–6.445," tulis riset CGS International.

CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham BBRI, TLKM, MYOR, HRTA, ADRO, dan TINS, sedangkan Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguat berkat perbaikan geopolitik dan stabilitas rupiah dengan pilihan saham AKRA, TCPI, dan MAPI.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author