IHSG Ditutup Melesat 4,12 Persen Didorong Lonjakan Saham Emiten Emas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kuat di zona hijau dan ditutup menguat 4,12 persen ke level 6.254 pada perdagangan Senin (15/6/2026). Pergerakan indeks komposit ini disokong oleh lonjakan performa sejumlah saham emiten emas, salah satunya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang melesat hingga 9 persen secara point-to-point.
Seperti dilansir dari Bloomberg Technoz, IHSG konsisten mempertahankan tren penguatan sepanjang sesi perdagangan dengan menyentuh level tertinggi di posisi 6.345. Adapun rentang pergerakan indeks pada hari ini berada di area 6.118 hingga 6.345.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi harian mencapai Rp30,14 triliun. Total saham yang diperdagangkan mencatatkan volume sebanyak 54,61 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 3,25 juta kali.
Kekuatan laju indeks tercermin dari 603 saham yang bergerak menguat, sementara 125 saham mengalami penurunan. Di sisi lain, sebanyak 90 saham terpantau jalan di tempat atau stagnan.
Sektor barang baku, keuangan, dan perindustrian menjadi motor utama penopang IHSG hari ini. Sektor barang baku memimpin penguatan sebesar 7,26 persen, diikuti sektor keuangan naik 5,24 persen, dan sektor perindustrian tumbuh 4,51 persen.
Beberapa emiten produsen emas mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers pada perdagangan hari ini.
| Nama Emiten (Kode) | Persentase Kenaikan | Harga Penutupan |
|---|---|---|
| Bumi Resources Minerals (BRMS) | 24,52% | Rp660 |
| Archi Indonesia (ARCI) | 16,92% | Rp1.140 |
| Hartadinata Abadi (HRTA) | 11,28% | Rp2.170 |
| Aneka Tambang (ANTM) | 9,82% | Rp3.130 |
| Indika Energy (INDY) | 4,86% | Rp2.370 |
| United Tractors (UNTR) | 1,11% | Rp22.750 |
| Merdeka Gold Resources (EMAS) | 0,35% | Rp7.000 |
Selain emiten emas, sejumlah saham yang tergabung dalam indeks LQ45 turut membukukan performa positif yang kuat.
| Nama Emiten (Kode) | Persentase Kenaikan | Harga Penutupan |
|---|---|---|
| Sarana Menara Nusantara (TOWR) | 13,3% | Rp390 |
| Darma Henwa (DEWA) | 12,1% | Rp370 |
| Bumi Resources (BUMI) | 10,1% | Rp173 |
| Amman Mineral Internasional (AMMN) | 9,57% | Rp3.780 |
| Merdeka Copper Gold (MDKA) | 7,87% | Rp2.740 |
Sentimen Damai AS-Iran Dongkrak Harga Emas Dunia
Lonjakan saham emas di dalam negeri sejalan dengan meroketnya harga komoditas ini di pasar global. Pada perdagangan siang, harga emas di pasar spot melesat 6,53 persen point-to-point ke level US$4.338 per troy ons.
Gairah pasar dipicu oleh kabar rencana penandatanganan kesepakatan damai resmi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Swiss pada 19 Juni mendatang. Pernyataan ini disampaikan oleh beberapa pejabat senior setempat.
Melalui unggahan di media sosial, Presiden AS Donald Trump memberikan konfirmasi mengenai perkembangan situasi politik tersebut.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah rampung,"
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, membenarkan bahwa kesepakatan antar kedua negara tersebut telah berhasil dicapai.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam upacara peresmian tersebut dan membuka peluang kehadiran Trump.
"tentu saja,"
Perjanjian damai interim ini mencakup perpanjangan gencatan senjata selama dua bulan serta kelanjutan negosiasi program nuklir Iran. Langkah ini juga akan membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz dan pencabutan blokade pelabuhan Iran oleh AS.
Rencana perdamaian di kawasan Timur Tengah ini langsung menekan harga minyak dunia. Data Bloomberg menunjukkan harga minyak jenis Brent anjlok 11 persen ke posisi US$82,8 per barel pada siang hari ini.
Penurunan harga minyak dinilai dapat mengendalikan laju inflasi global. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi bank sentral dunia untuk melonggarkan kebijakan moneter dan tidak menaikkan suku bunga acuan.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), instrumen emas diuntungkan oleh proyeksi penurunan suku bunga karena daya tariknya menjadi meningkat bagi para investor.