IHSG Melonjak Lebih dari Satu Persen ke Level 6350

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melonjak 1,07 persen atau naik 67 poin ke level 6.321,96 pada perdagangan Rabu (17/6/2026) pagi. Berdasarkan data IDX Mobile yang dilansir CNBC Indonesia, indeks saham kemudian melesat hingga 1,5 persen ke level 6.352,07 dalam beberapa menit setelah pasar dibuka.

Penguatan ini melanjutkan reli signifikan dari awal pekan, di mana IHSG ditutup melonjak 4,12 persen ke level 6.254,96 pada Senin (15/6/2026). Laporan RTI Infokom via CNN Indonesia mencatat nilai transaksi saat itu mencapai Rp30,11 triliun dengan volume 54,53 miliar saham.

Meski indeks menguat tajam, investor asing terpantau masih melakukan aksi jual bersih atau net foreign sell. Data RTI Business yang dikutip detikcom menunjukkan aksi jual bersih asing mencapai Rp105,86 mliar pada Senin, dan menembus Rp5,98 triliun dalam lima hari perdagangan terakhir.

Pergerakan pasar modal dalam negeri saat ini dipengaruhi oleh deeskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang menurunkan harga minyak dunia. Selain itu, investor domestik tengah menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia serta pengumuman suku bunga Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan pergerakan indeks saham domestik hari ini masih memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren penguatan ke area yang lebih tinggi.

"Kami memperkirakan IHSG berpotensi menguat menguji area 6.476-6.577, namun tetap cermati peluang koreksi ke kisaran 6.136-6.216," ujar Herditya dalam riset harian MNC Sekuritas.

Ia memproyeksikan pergerakan indeks akan berada di rentang support 5.784 dan 5.594, serta posisi resistance pada level 6.286 dan 6.459.

Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai kekuatan tren kenaikan indeks saham domestik saat ini masih cukup solid setelah berhasil melewati batas resistance sebelumnya.

"Tren naik IHSG masih cukup kuat dan berpotensi berlanjut menuju resistance Fibonacci di level 6.545, sekaligus menguji SMA-60 sebagai resistance dinamis berikutnya," ujar Ivan.

Ivan memprediksi pergerakan indeks saham hari ini akan berada pada area support 6.007, 5.519, dan 5.314, sementara posisi resistance berada di level 6.545, 6.835, dan 7.207.

Sementara itu, Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengingatkan bahwa lonjakan indeks saham belakangan ini tidak secara otomatis menandakan kembalinya aliran dana dari investor luar negeri.

"Rebound signifikan IHSG tidak serta-merta berarti kembalinya dana asing ke dalam negeri," ungkap Valdy kepada detikcom.

Valdy menambahkan bahwa para pelaku pasar masih bersikap cermat dalam memantau pengumuman hasil peninjauan indeks global dari MSCI dan rebalancing indeks FTSE yang dijadwalkan pada pekan depan.

"Pekan depan masih terdapat beberapa isu yang menjadi perhatian Utama, yaitu Global Market Accessibility Review dari MSCI (19/6) dan rebalancing indeks FTSE (19/6) yang kemungkinan besar akan mempengaruhi pergerakan IHSG di pekan depan," jelas Valdy.

Kenaikan harga yang signifikan pada sejumlah saham konglomerasi besar setelah sempat mengalami penurunan tajam turut mendorong pembalikan arah pergerakan indeks saham nasional.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan situasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku pasar untuk mulai mengumpulkan kembali aset-aset saham tersebut.

"Dengan adanya saham-saham yang sudah terkoreksi cukup signifikan pada periode-periode sebelumnya, begitupun juga terdapat katalis positif dari merdaya risiko geopolitik global, maka valuasi saham-saham tersebut sudah sangat menarik bagi investor untuk melakukan akumulasi," ungkap Nafan.

Nafan menilai fenomena tersebut merupakan indikasi awal pulihnya rasa percaya diri para pemodal internasional terhadap stabilitas perekonomian serta pasar keuangan Indonesia.

"Itu sebenarnya sudah mencerminkan bahwasannya sudah mulai kembalinya optimisme dan juga berkurangnya sikap risk of investor global. Terus juga apabila stabilitas nilai tukar rupiah dan economy domestic masih terus terjaga di tengah deeskalasi geopolitik, maka dari itu potensial aliran asing masuk atau foreign inflow secara berkelanjutan akan semakin terbuka lebar," pungkas Nafan.

Kondisi jenuh jual yang dialami indeks saham domestik pada awal bulan Juni menjadi landasan teknis terjadinya pembalikan arah menuju zona penguatan saat ini.

Direktur Infovesta Utama Wawan Hendrayana memaparkan posisi pergerakan indeks saham yang sempat tertekan hingga menyentuh level terendah sebelum akhirnya mengalami pemulihan.

"IHSG sendiri memang sudah oversold di saat menyentuh 5.400 an dan saat ini sedang dalam fase rebound," ungkap Wawan.

Wawan tetap mengingatkan para pelaku pasar mengenai bayang-bayang aksi ambil untung massal seandainya muncul sentimen negatif baru dari dinamika kebijakan moneter global maupun perkembangan geopolitik.

"Tentu saja dengan kenaikan yang signifikan dalam 1 minggu, sangat mungkin akan terjadi profit taking bila katalis negatif datang," pungkas Wawan.

Bank Indonesia sendiri menjadwalkan pengumuman hasil evaluasi makroekonomi dan keputusan suku bunga acuan terbaru pada hari Kamis besok, menyusul langkah kenaikan mendadak sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen pada 9 Juni lalu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author