IHSG Rebound ke Level 6200 Dongkrak Kekayaan Konglomerat Indonesia
Pasar saham Indonesia mengalami pemulihan yang cepat setelah sempat merosot tajam. Pergerakan positif ini berdampak langsung pada nilai aset para pengusaha besar di tanah air. Seperti dilaporkan oleh Bloomberg Technoz, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat apresiasi sebesar 19 persen secara point-to-point.
Lonjakan ini terjadi dalam rentang waktu Selasa (9/6/2026) hingga Rabu pagi (17/6/2026). IHSG kini sukses kembali menduduki posisi di level 6.200. Padahal sebelumnya, indeks pasar modal domestik tersebut sempat merosot ke level 5.300, yang merupakan titik terendah dalam kurun waktu lima tahun perdagangan.
Arah pergerakan IHSG yang berbalik menguat ini diikuti oleh peningkatan signifikan nilai kekayaan para taipan. Berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index, sejumlah konglomerat mencatatkan pertumbuhan harta yang selaras dengan pemulihan pasar.
Prajogo Pangestu menjadi salah satu pengusaha yang membukukan kenaikan harta harian paling tinggi. Nilai aset bos Barito Pacific ini melonjak karena sensitivitas saham berkapitalisasi besar miliknya terhadap sentimen pasar. Kekayaan Prajogo Pangestu kini bertambah sebesar Rp86,94 triliun dalam jangka waktu sepekan. Akumulasi total harta kekayaannya saat ini tercatat mencapai Rp369,07 triliun.
Pembalikan tren dari zona merah ke zona hijau juga dirasakan oleh Low Tuck Kwong. Pemulihan nilai kekayaan potensial miliknya tercatat menyentuh angka Rp10,64 triliun, sehingga total asetnya kini berada di angka Rp248,41 triliun. Budi Hartono pun turut merasakan dampak positif dari penguatan IHSG. Total kekayaannya terkerek naik sebanyak Rp60,32 triliun dari titik terendahnya, membuat nilai hartanya kini mencapai Rp246,63 triliun.
Selain itu, Otto Toto Sugiri selaku salah satu pendiri dan Direktur Utama PT DCI Indonesia Tbk (DCII) ikut mencatatkan pemulihan. Nilai kekayaan di atas kertas miliknya naik Rp17,74 triliun, yang membuat total hartanya bertambah menjadi Rp141,95 triliun.