IHSG Tetap di Emerging Markets Meski Rating Transparansi Turun

Share

19 June 2026 15:12

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah diselimuti sentimen MSCI Global Market Accessibility Review 2026, yang tetap mempertahankan status Indonesia di Emerging Markets kendati menurunkan rating transparansi (information flow) pasar Indonesia. Biarpun demikian, banyak analis tetap menegaskan rekomendasi bullish.

Lembaga penyedia indeks global tersebut menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari terbatasnya transparansi struktur kepemilikan saham, minimnya ketersediaan informasi perusahaan dalam bahasa Inggris, kualitas free float, hingga adanya indikasi perilaku perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu proses pembentukan harga yang wajar.

Mengutip paparan Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata, laporan tersebut sejatinya tidak menciptakan kekhawatiran baru, melainkan memperkuat sejumlah isu yang selama ini telah berkembang di kalangan investor global.

Paparan Stockbit Research Team turut menyatakan kriteria pasar Indonesia masih salah satu yang terbaik di Emerging Markets Asia kendati aspek transparansi tetap disorot MSCI.

“Hanya China dan Malaysia yang secara umum lebih lengkap dibanding Indonesia,” mengutip riset Stockbit, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga

Selain itu, tulis Stockbit, gap antara pasar Indonesia dengan Vietnam–yang merupakan Frontier Market– juga masih lebar.

Di sisi lain, Equity Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia Wilbert Arifin menilai hasil tinjauan aksesibilitas pasar MSCI kali ini tidak memunculkan kejutan negatif yang berarti. Menurutnya, dari 18 indikator yang dievaluasi, hanya satu aspek yang mengalami perubahan, yaitu information flow. Persoalan tersebut juga sudah menjadi perhatian banyak pihak.

“Isu ini sebenarnya sudah menjadi perhatian sejak Januari dan masih sesuai dengan ekspektasi pasar. Tidak adanya penurunan yang lebih luas justru menjadi sinyal yang lebih penting,” tulis Wilbert dalam risetnya, Jumat (19/6/2026).

Wilbert juga menilai kekhawatiran pasar terkait potensi Indonesia terdegradasi menjadi Frontier Market masih berlebihan. Dia menjelaskan, Indonesia masih memiliki keunggulan dari sisi akses investor asing.

Bahkan, berdasarkan penilaian MSCI, Indonesia memperoleh skor tertinggi untuk akses kepemilikan asing, melampaui China dan India.

Terlebih lagi, kondisi aksesibilitas pasar Indonesia secara umum tetap stabil dan tidak mengalami perubahan signifikan. Oleh karena itu, Wilbert amat optimistis tinjauan klasifikasi MSCI pekan depan akan mengonfirmasi status Indonesia sebagai Emerging Markets (EM).

“Dengan berkurangnya ketidakpastian tersebut, sentimen investor diperkirakan akan membaik. Perbaikan sentimen ini pada akhirnya dapat membuka jalan bagi pemulihan pasar yang lebih kuat dan berkelanjutan, dibanding sekadar reli teknikal jangka pendek,” imbuhnya.

Senada dengan prospek bullish tersebut, Senior Technical Analyst Panin Sekuritas Mayang Anggita menyinggung secara jangka panjang IHSG bergerak uptrend terhitung sejak 2009.

Dipantau dari monthly chart, saat ini IHSG berhasil menghadapi uji support pada trendline jangka panjangnya dengan membentuk candle long legged doji – pola candle reversal.

“Kami mencermati adanya potensi rebound, seiring stochastic golden cross di area oversold,” kata Mayang dalam analisis terbarunya.

Kemudian secara jangka pendek, lanjut Mayang, saat ini IHSG tengah berada di persimpangan jalan. Menghadapi uji support MA–20 dan MA–5 di level 6.130, IHSG juga berpotensi membentuk pola inverted head and shoulders.

Jika kondisi geopolitik global mulai mereda dan harga minyak dunia stabil, maka pelaku pasar berpotensi cenderung risk–on. Arus modal berpotensi bergerak ke emerging markets seperti Indonesia, sejalan dengan kondisi teknikal IHSG yang saat ini dalam proses bottoming.

“Kami merekomendasikan speculative buy/cicil beli bertahap pada saham–saham berfundamental solid dan saat ini berada di sekitar area support,” saran Mayang.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: ihsg investasi MSCI 2026 saham
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author