I.League Gulirkan League Cup dan Sesuaikan Regulasi Kompetisi

Share

I.League resmi mengumumkan peluncuran turnamen baru bertajuk League Cup serta melakukan penyesuaian regulasi terkait pemain muda untuk kompetisi Super League musim 2026-2027 dalam keterangan resmi di Jakarta pada Juni 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari transformasi kompetisi profesional di tanah air.

Turnamen League Cup diproyeksikan menggantikan Piala Indonesia dengan pengelolaan langsung di bawah operator I.League. Menurut penjelasan manajemen, kompetisi ini dirancang khusus untuk mempertemukan tim-tim dari dua kasta tertinggi nasional.

"(League Cup) berbeda dengan Piala Indonesia karena di bawah PSSI. Sebuah turnamen baru yang kami siapkan. Formatnya yang jelas memang hanya melibatkan klub di Super League dan Championship," kata Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Ajang baru ini direncanakan bergulir sekitar Oktober atau November 2026 dengan durasi enam hingga tujuh pekan. Pihak operator saat ini tengah mematangkan regulasi teknis, termasuk aturan pembatasan legiun asing demi menjaga keseimbangan kompetisi.

"Ada beberapa regulasi yang tentu berbeda dengan Super League. Misalnya terkait pemain asing, jumlah yang dimainkan tidak akan sama seperti di kompetisi liga," ujar Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Rincian format pertandingan dan hadiah akan diumumkan setelah seluruh aspek legalitas dan teknis diselesaikan. Manajemen berkomitmen memberikan transparansi penuh kepada publik sebelum turnamen dimulai.

"Tapi detailnya nanti akan kami sampaikan setelah semuanya benar-benar final. Kami ingin memastikan semuanya sudah clear terlebih dahulu. Setelah itu baru akan kami sampaikan secara lebih lengkap kepada publik," kata Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Selain turnamen baru, I.League melakukan penyesuaian regulasi pemain U23 di Super League. Kewajiban memainkan pemain muda selama 45 menit dihapus dan dikonversi menjadi sistem kontribusi finansial.

"Mungkin perbedaannya adalah di regulasi U23. Dua tahun terakhir kita ada regulasi mewajibkan U23 bermain 45 menit. Tetapi kita konversikan, sebetulnya tidak serta-merta dihapuskan," ujar Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Klub peserta tetap diwajibkan mendaftarkan minimal lima pemain muda dalam skuad mereka. Kebijakan ini diterapkan agar pembinaan pemain usia muda di tingkat klub tetap berjalan konsisten.

"Pendaftarannya minimal pemain U23 itu ada 5 pemain, tapi juga akan ada mekanisme insentif kepada klub yang memainkan pemain muda dalam kurun waktu tertentu," kata Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Insentif finansial akan diberikan kepada klub yang melampaui batas minimum menit bermain bagi pilar mudanya. Operator telah menyiapkan formula khusus untuk menghitung kontribusi tersebut.

"Jadi, kami sudah ada formulanya, setelah melewati minimal memainkan katakanlah 3.060 menit, maka akan ada insentif dalam bentuk kontribusi finansial kepada klub-klub yang memang memberikan kepercayaan kepada para pemain muda tersebut," ungkap Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Meskipun ada perubahan pada regulasi pemain muda, format utama Super League dipastikan tetap menggunakan sistem kompetisi penuh. Sebanyak 18 klub kontestan akan bersaing dalam format kandang-tandang.

"Mungkin garis utamanya kalau di Super League kan sebetulnya sudah kami sampaikan bahwa tidak ada perubahan format. Masih dengan 18 klub, double round-robin, ada 306 pertandingan," ucap Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Aturan mengenai legiun asing di kasta tertinggi juga dipastikan tidak mengalami perubahan dari musim sebelumnya. Setiap klub diperbolehkan mendaftarkan pemain asing sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan.

"Lalu juga pemain asing tetap sama; ada 11 yang didaftarkan, 9 di DSP (Daftar Susunan Pemain), dan 7 yang ada di lapangan," tambah Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Dilansir dari Antara, penyesuaian kuota menit bermain ini dilakukan demi menjaga kesempatan tampil bagi talenta lokal di tengah persaingan ketat. I.League menegaskan komitmennya untuk tidak sepenuhnya menghapus proteksi bagi pemain muda.

"Tahun sebelumnya, dua tahun terakhir kita ada regulasi mewajibkan U-23 bermain 45 menit. Tetapi kita konversikan, sebetulnya tidak serta-merta dihapuskan," kata Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Formulasi finansial baru disiapkan sebagai penghargaan bagi klub yang konsisten memercayakan posisi utama kepada pemain muda. Batasan menit bermain kumulatif menjadi indikator utama penilaian.

"Kita sudah ada formulanya, setelah melewati minimal memainkan katakanlah 3.000 menit, maka akan ada insentif dalam bentuk kontribusi finansial kepada klub-klub yang memang memberikan kepercayaan kepada para pemain muda tersebut," kata Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Selain regulasi pemain, I.League juga memperketat aturan struktur kepelatihan dengan mewajibkan adanya pelatih lokal di jajaran teknis. Langkah ini diambil untuk melindungi karier pelatih domestik dari dominasi staf asing.

"Jadi misalnya sebagai simulasi, ada gambaran tim kepelatihan asing, pelatih kepala, asisten pelatihnya dua asing, lalu yang lokalnya enggak ada, tapi misalnya di goalkeeper coach atau di fitness coach yang memang sangat spesifik lokal, itu tidak memenuhi," papar Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Klub diwajibkan menempatkan pelatih lokal pada posisi taktis yang memenuhi standar kualifikasi minimum konfederasi. Kompetisi Super League sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 4 September 2026 hingga 5 Juni 2027.

"Jadi harus ada juga di kepelatihan yang teknisnya, sesuai dengan standar di minimal di A Diploma AFC," paparnya Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author