Dokter Imbau Warga Segera Pindahkan Daging Kurban dari Kresek Hitam

Share

Masyarakat diimbau segera memindahkan daging kurban dari kantong plastik hitam non-food grade ke wadah aman guna mencegah interaksi senyawa kimia berbahaya pada perayaan Idul Adha, Sabtu (23/5/2026), di Jakarta.

Langkah pencegahan tersebut didasari atas peningkatan kewaspadaan keamanan pangan warga, meskipun standarisasi bungkus makanan dari pemerintah kerap diabaikan dengan penggunaan kresek daur ulang seperti dilansir dari Detik Health.

Spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi Dr dr Andhika Rachman SpPD-KHOM menjelaskan bahwa penggunaan plastik non-food grade dalam waktu singkat tidak berbahaya, asalkan daging langsung dipindahkan ke tempat penyimpanan lain yang higienis.

"Itu kan sebentar, artinya nggak lama-lama. Nggak berhari-hari dan interaksinya ketika dia panas dan sebagainya, memuai, baru kita akan lihat bagaimana senyawa itu berinteraksi dengan di dalamnya," kata dr Andhika ketika berbincang dengan detikcom di sela The 6th Siloam Oncology Summit di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).

Kondisi di lapangan menunjukkan sebagian besar masyarakat langsung mengolah atau membagi daging kurban tersebut segera setelah didistribusikan ke rumah masing-masing.

"Yang kita tahu kan setiap habis ngambil (daging kurban), dibagi, kemudian nggak usah jauh-jauh, di hari itu juga, di sore hari atau malam hari sudah diambil, sudah diproses," katanya.

Kontaminasi zat plastik pada situasi ini dinilai relatif kecil karena durasi kontak yang singkat, sedangkan potensi pemicu kanker yang lebih besar justru terletak pada kekeliruan metode pengolahan makanan.

"Daging merah sebenarnya tidak menyebabkan kanker. Tapi pengolahan yang salah, artinya dibakar sampai gosong, atau kebanyakan makan daging merah lebih dari sekilo seminggu seperti pada pasien diet ketofastosis untuk menurunkan berat badan misalnya," terang dr Andhika.

Faktor risiko lain yang memicu kanker meliputi kebiasaan mengonsumsi makanan kemasan kaleng serta produk pangan olahan yang disimpan dalam jangka waktu lama.

"Ator yang ketiga, terlalu banyak makan yang di kaleng. Karena lama-lama dia akan bersenyawa, karena dia memang potensial. Kemudian makan makanan yang preserved food, contoh nugget dan sebagainya. Lamanya dia disimpan, itu yang bikin kanker," tegas dr Andhika.

Di sisi lain, pakar teknologi pangan menyoroti aspek bahaya material pembuat kantong kresek hitam yang mayoritas berasal dari hasil daur ulang limbah tak dikenal.

"Banyak plastik yang beredar, yang kresek hitam itu, bukan food grade. Artinya kalau dia kontak dengan makanan maka komponen dari plastik itu pun, yang digunakan untuk membuat plastik akan terlucuti dan masuk ke dalam makanan," tutur Prof Purwiyatno, dalam sebuah pesempatan.

Kandungan polivinil klorida dalam kresek hitam telah dikategorikan secara internasional sebagai zat berbahaya bagi kesehatan manusia, sehingga bahan ini dilarang keras bersentuhan langsung dengan jenis makanan apa pun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author