Indah Ningtyas Jalani Prosedur Steril akibat Gangguan Aritmia Jantung
Istri komika Rigen Rakelna, Indah Ningtyas, memutuskan untuk langsung menjalani tindakan keluarga berencana (KB) steril berupa tubektomi setelah melahirkan anak keempatnya pada Kamis (11/6/26), seperti dilansir dari HaiBunda.
Langkah kontrasepsi permanen tersebut diambil oleh Indah Ningtyas lantaran dirinya memiliki kondisi gangguan kesehatan pada jantung yang dinilai dapat membahayakan keselamatan jiwanya jika kembali mengandung di masa depan.
Prosedur sterilisasi tersebut dilakukan pada sore hari setelah Indah Ningtyas menyelesaikan proses persalinan anak keempatnya yang berjenis kelamin perempuan melalui metode normal pada waktu subuh.
"Subuh lahiran, sore itu ada operasi steril. Jadi kayak double ya, kayak lahiran normal, habis itu lahiran caesar. Kalau sterilnya sih enggak sebesar luka operasi caesar," kata Indah.
Indah menjelaskan bahwa keputusan medis ini harus diambil demi menghindari risiko pengulangan gangguan ritme jantung yang dapat berakibat fatal bagi dirinya selaku ibu jika hamil kembali.
"Sekarang tuh aku ada gangguan aritmia jantung, jadi yang ditakutkan kalau misalnya, qadarullah hamil lagi, di kehamilan selanjutnya itu (aritmia) berulang. Karena itu bahayanya sih sebenarnya buat ibunya." tutur Indah.
Rigen Rakelna membenarkan adanya masalah medis tersebut dan menyatakan bahwa proses persalinan istrinya harus mendapatkan pengawasan ketat dari tim dokter spesialis jantung guna mencegah risiko pendarahan hebat.
"Sampai lahirannya juga dipantau sama dokter jantung karena ditakutkan kalau misalnya detak jantungnya naik, sedangkan saat itu sedang lahiran, takutnya pompa jantungnya kencang, darahnya akan banyak keluar, dan jadi perdarahan. Itu yang sebenarnya ditakutkan," ungkap Rigen.
Melalui pertimbangan matang serta rekomendasi dari tim dokter yang menangani, pasangan suami istri ini akhirnya sepakat untuk membatasi jumlah buah hati mereka di angka empat anak saja.
"Jadi selalu ada permasalahan medis dari Indah di tiap kehamilannya. Jadi kita memutuskan kayaknya sudah deh empat (anak) saja. Makanya kita diskusi juga sama dokter. Dokter juga merekomendasikan, ya sudah kalau mau mending steril saja," ujar Rigen.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tubektomi merupakan bedah sukarela untuk menghentikan kesuburan perempuan secara permanen dengan mengikat dan memotong saluran tuba fallopi agar sperma tidak menemui sel telur.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Ilham Utama Surya, Sp.OG menjelaskan bahwa tindakan tubektomi ini dipastikan tidak akan mengganggu fungsi seksual maupun mengubah siklus haid bulanan karena sama sekali tidak memengaruhi hormon tubuh.
"Bunda dapat kembali berhubungan seksual setelah luka sembuh dengan peluang hamil yang sangat kecil," kata Ilham.
Prosedur kontrasepsi permanen ini juga dilaporkan tidak memengaruhi produksi ataupun kualitas air susu ibu (ASI), dan dapat diaplikasikan segera setelah persalinan pervaginam, masa nifas, maupun saat operasi caesar.