Indef Nilai Efektivitas Stimulus Fiskal Pemerintah Masih Terbatas
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Tauhid menilai efektivitas stimulus fiskal dari pemerintah untuk mendongkrak daya beli masyarakat pada semester II-2025 masih sangat terbatas pada Jumat (29/5/2026).
Keterbatasan dampak kebijakan baru tersebut salah satunya terlihat pada sektor penerbangan, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.
Persentase insentif untuk tiket pesawat dianggap tidak mampu mengimbangi lonjakan harga minyak dunia maupun tekanan inflasi yang tengah terjadi.
"Sehingga kenaikan harga misalnya pesawat, harga avtur itu tidak bisa dicegah, jauh lebih tinggi Itu akhirnya membuat efektifitasnya menjadi terbatas. Dan kalau kita lihat kan harganya tidak turun banget," kata Tauhid, Ekonom Senior Indef.
Pemerintah disarankan untuk mencari peluang insentif lain yang memberikan dampak lebih signifikan bagi masyarakat luas dibandingkan dengan pemotongan harga tiket penerbangan.
Jenis stimulus yang dinilai lebih efektif mencakup subsidi listrik, bantuan sosial, serta insentif yang menyasar pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.
Langkah perlindungan juga mendesak diberikan berupa pembebasan pajak atau fasilitas kredit bagi sektor industri yang mengalami hambatan pertumbuhan demi mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Kalau pesawat dan sebagainya kan nggak terlalu [signifikan dampaaknya], karena kan konsumsi kita nggak terlalu besar [untuk tiket pesawat]. Tapi, justru yang langsung berkaitan dengan masyarakat yang dibutuhkan, saya kira itu penting," kata Tauhid, Ekonom Senior Indef.