India Siapkan Insentif Rp18,8 Triliun Kurangi Impor Mesin Konstruksi

Share

Pemerintah India tengah memfinalisasi skema insentif bernilai 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp18,8 triliun untuk mendorong manufaktur dalam negeri peralatan konstruksi dan infrastruktur canggih pada Jumat (21/8/2026). Langkah ini dirancang untuk menekan ketergantungan impor alat berat dari China.

Rencana yang dijadwalkan berjalan selama tujuh tahun tersebut menargetkan pencapaian investasi baru senilai 1,8 miliar dolar AS. Insentif ini akan dialokasikan kepada produsen lokal yang memproduksi mesin pelubang terowongan (TBM), peralatan pemadam kebakaran, serta lift gedung bertingkat tinggi.

Kebijakan strategis ini muncul akibat pengetatan ekspor TBM oleh otoritas China sejak 2024 yang memicu penurunan drastis volume impor India. Nilai impor mesin terowongan dari China merosot tajam dari 18 juta dolar AS menjadi 800 ribu dolar AS pada periode 2025-2026.

Sektor manufaktur dalam negeri seperti BEML, Larsen & Toubro, serta Johnson Lifts diproyeksikan menjadi penerima manfaat utama dari program ini. Skema tersebut juga menetapkan target peningkatan batas penggunaan komponen lokal bagi peralatan yang selama ini diimpor secara utuh.

Pasar peralatan konstruksi India saat ini ditaksir mencapai nilai 10,5 miliar dolar AS seiring pesatnya pembangunan proyek jalan raya, jaringan metro, dan bandara. Program insentif ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di sektor industri berat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author