Indonesia Meluncurkan Vaksin Tifoid Konjugat Bio-TCV Berbasis Riset Lokal

Share

Indonesia resmi meluncurkan vaksin tifoid konjugat inovatif bernama Bio-TCV di sela-sela perhelatan Medical Expo FKUI di Jakarta untuk mewujudkan kedaulatan kesehatan nasional, seperti dilansir dari Detik Health.

Peluncuran produk medis dalam negeri ini disaksikan langsung oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Taruna Ikrar. Kehadiran vaksin tersebut menandai langkah penting Indonesia dalam mengurangi ketergantungan pada produk biologis impor melalui tata kelola regulasi yang adaptif dan kolaboratif.

Vaksin Bio-TCV diproduksi melalui penerapan konsep sinergi 'ABG' (Academia, Business, Government) yang konsisten digaungkan oleh BPOM RI. Formula strategis ini menyatukan akademisi sebagai hulu riset, dunia usaha sebagai jembatan komersialisasi produk massal, dan pemerintah selaku regulator yang mengawal aspek keamanan produk secara ilmiah.

Kepala BPOM RI menilai ego sektoral sering menjadi pemicu stagnasi inovasi kesehatan di Indonesia. Menurutnya, peneliti yang hanya berfokus pada jurnal ilmiah tanpa melakukan hilirisasi industri tidak akan memberikan solusi nyata bagi masyarakat, begitu pula sebaliknya bagi pihak industri.

"Ketika ketiga pilar ini bergerak dalam satu visi dan frekuensi yang sama, Indonesia terbukti mampu melahirkan produk bioteknologi kelas dunia yang menjawab kebutuhan riil masyarakat," ujar Taruna Ikrar, Kepala BPOM RI.

Produk bioteknologi ini dikembangkan melalui kolaborasi segitiga emas antara Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan PT Bio Farma. Proyek tersebut diawali lewat transfer teknologi bersama International Vaccine Institute (IVI) sejak sepuluh tahun lalu, kemudian melalui uji klinis Fase I hingga III di bawah pengawasan tim medis nasional.

BPOM menerapkan skema accelerated review guna mempercepat evaluasi dan memangkas birokrasi perizinan tanpa menurunkan standar keamanan masyarakat. Vaksin Bio-TCV sendiri dirancang khusus untuk memicu kekebalan aktif terhadap bakteri Salmonella typhi penyebab demam tifoid.

Formulasi vaksin konjugat ini memiliki keunggulan rentang usia penerima yang luas, karena dapat diberikan kepada anak-anak mulai usia enam bulan hingga orang dewasa. Saat ini, Bio-TCV sedang dipersiapkan untuk menembus pasar internasional melalui proses sertifikasi WHO Prequalification.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author