Indonesia dan Vietnam Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Vietnam Le Hoai Trung di Gedung Pancasila, Jakarta, pada Selasa (14/7/2026) untuk memperkuat kerja sama bilateral kedua negara. Dilansir dari Detikcom, pertemuan Sidang Komisi Bersama ke-6 ini menandai penandatanganan Rencana Aksi Pelaksanaan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Vietnam 2026-2030.
Kesepakatan tersebut menjadi pedoman untuk memperdalam kolaborasi di berbagai sektor strategis seperti pertanian, ekonomi digital, energi, hingga industri halal. Di sektor politik, kedua negara fokus pada penanganan isu perbatasan, pertahanan, keamanan maritim, serta pemberantasan kejahatan lintas negara.
"Hari ini, kami menandatangani Plan of Action untuk pengimplementasian dan ini akan menjadi kerangka kerja (framework) utama yang akan membimbing kerja sama bilateral kami selama lima tahun ke depan," kata Sugiono, Menteri Luar Negeri RI.
Pemerintah Indonesia juga mengapresiasi perkembangan implementasi perjanjian terkait zona ekonomi eksklusif yang memperkuat stabilitas keamanan maritim kedua negara.
"Untuk kerja sama politik, kami menghargai kemajuan yang telah dilakukan dalam mengimplementasikan perjanjian kami mengenai zona ekonomi eksklusif (ZEE). Kami juga berbincang dan menguatkan komitmen untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan dalam kerja sama politik di sektor maritim, penanganan IUUF, serta kejahatan lintas negara, termasuk narkotika dan kejahatan yang berkaitan dengan psikotropika," kata Sugiono, Menteri Luar Negeri RI.
Pada pilar ekonomi, kedua menteri menetapkan target ambisius untuk nilai perdagangan bilateral yang diproyeksikan tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.
"Di sektor ekonomi, kami juga menguatkan komitmen kami untuk mencapai target perdagangan bilateral yang ditargetkan mencapai 18 miliar dolar AS pada tahun 2028," ujar Sugiono, Menteri Luar Negeri RI.
Kerja sama ini ditunjang lewat reaktivasi Joint Committee on Economic, Scientific, and Technical Cooperation demi mempermudah investasi. Selain isu bilateral, kedua pihak juga menegaskan dukungan terhadap ASEAN Five-Point Consensus untuk penyelesaian situasi di Myanmar serta membahas stabilitas keamanan di Timur Tengah.