Inflasi Amerika Serikat Melandai Picu Pergerakan Harga Aset Kripto

Share

Penurunan inflasi Amerika Serikat ke level 3,5 persen secara tahunan pada Juni 2026 dari sebelumnya 4,2 persen pada Mei 2026 terpantau langsung memengaruhi pergerakan pasar aset kripto global pada perdagangan Kamis (16/7), dilansir dari Detik Finance.

Data Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat menunjukkan Consumer Price Index (CPI) merosot 0,4 persen secara bulanan akibat pelemahan harga energi, melampaui ekspektasi pasar yang memproyeksikan penurunan 0,2 persen. Dampaknya, harga Bitcoin bergerak ke kisaran 64.600 dolar AS dan Ethereum berada di sekitar level 1.900 dolar AS pada hari Kamis tersebut.

Merespons dinamika ini, CEO INDODAX William Sutanto menjelaskan bahwa pelaku pasar global menempatkan data inflasi sebagai indikator ekonomi utama yang memicu respons di berbagai instrumen investasi keuangan.

"Wajar apabila rilis data tersebut turut direspons oleh berbagai kelas aset, termasuk kripto. Namun, pergerakan harga tetap dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga tidak dapat disimpulkan hanya dari satu indikator ekonomi," ujar William Sutanto, CEO INDODAX dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).

William Sutanto memaparkan bahwa perhatian investor terhadap Ethereum saat ini juga tengah meningkat karena mendekati perayaan ETH Genesis Day pada 30 Juli mendatang untuk memperingati peluncuran pertamanya sejak tahun 2015.

"Saat ini Ethereum memasuki periode yang secara historis meningkatkan perhatian komunitas global terhadap perkembangan ekosistemnya. ETH Genesis Day menjadi momen untuk melihat bagaimana ekosistem tersebut terus berkembang sebagai fondasi berbagai inovasi blockchain, mulai dari smart contract, Decentralized Finance (DeFi), hingga tokenisasi aset atau Real World Assets (RWA)," jelas William Sutanto, CEO INDODAX.

Kendati ada momentum internal ekosistem, ia mengingatkan pemodal agar tetap bijak mengambil keputusan investasi jangka panjang karena pasar kripto masih dibayangi arah kebijakan moneter Amerika Serikat serta konflik geopolitik global yang dinamis.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author