Inggris Bagikan Cetak Biru Rudal Storm Shadow kepada Ukraina di Kyiv
Inggris membagikan cetak biru rahasia rudal jelajah Storm Shadow kepada Ukraina untuk memproduksi senjata tersebut, bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Andy Burnham ke Kyiv sebagai bentuk dukungan di tengah ketidakpastian dukungan dari Amerika Serikat, dilansir dari Detik iNET.
Pembagian cetak biru ini berbeda dengan sikap Amerika Serikat yang mundur dari janji untuk mengizinkan Ukraina memproduksi pencegat rudal Patriot. Ukraina terus meningkatkan produksi militer domestiknya dengan merakit drone dan rudal jarak jauh, termasuk berupaya memproduksi Storm Shadow yang dapat menghantam target strategis Rusia dengan lebih efisien.
Rudal Storm Shadow, yang juga dikenal sebagai SCALP di Prancis, memiliki jangkauan sekitar 560 km dan mampu menyerang target sejauh 240 km di wilayah Rusia. Berbeda dengan drone Ukraina yang memiliki jangkauan lebih jauh, Storm Shadow mampu menembus target bertahan keras dengan sistem navigasi canggih yang dapat digunakan dalam segala cuaca dan kondisi malam.
Pada tahun lalu, militer Ukraina menggunakan Storm Shadow untuk menyerang fasilitas penting Rusia seperti pabrik kimia dan kilang minyak di Novoshakhtinsk. Tahun ini, rudal tersebut menyerang markas besar angkatan laut Rusia di Sevastopol, Krimea. Satu unit Storm Shadow diperkirakan memakan biaya produksi sekitar USD 1 juta, sehingga penggunaannya lebih selektif dibandingkan drone murah Ukraina.
Keir Giles dari Chatham House menyatakan bahwa Ukraina kemungkinan besar mampu memproduksi Storm Shadow setelah memperoleh cetak birunya.
"Ukraina, di bawah tekanan perang demi kelangsungan hidup bangsa, mengembangkan industri pertahanan yang sangat tangkas, bermotivasi tinggi, dan terdistribusi, yang jauh lebih maju dalam adaptasi terhadap kebutuhan saat ini dibanding beberapa mitranya di Eropa Barat, termasuk Inggris," ujar Keir Giles.
Karan Vassil, analis intelijen di Sibylline, menambahkan Ukraina juga mengembangkan sistem rudal balistik sendiri. Ia menyebut bahwa produksi berlisensi Storm Shadow memungkinkan akses ke pengetahuan dan proses industri yang sulit direproduksi tanpa dukungan tersebut.
"Produksi berlisensi memberi Ukraina akses ke pengetahuan dan proses industri yang jika tidak, akan memakan waktu dan sumber daya sangat besar untuk direproduksi," ujar Karan Vassil.
Dia juga menyoroti alasan politik di balik keterlambatan akses Ukraina ke cetak biru ini, menyebut bahwa Amerika Serikat tidak memasok pencegat rudal Patriot sehingga menciptakan celah pertahanan yang dieksploitasi Rusia.
Prancis dan Inggris berharap dapat membantu Ukraina membangun jalur produksi akhir tahun ini, namun proses produksi kemungkinan memakan waktu hingga dua tahun setelah kontrak ditandatangani.