IP K-Pop Dominasi Kolaborasi Brand 2026, TinyTAN BTS Raih Penghargaan Tertinggi
Kekuatan intellectual property (IP) K-Pop menjadi daya tarik utama bagi berbagai merek yang ingin melakukan kolaborasi sepanjang tahun 2026 ini. Karakter TinyTAN yang terinspirasi dari BTS berhasil menempati daftar teratas sebagai kekayaan intelektual yang paling diminati oleh para pelaku industri.
Dilansir dari Detikcom, kolaborasi antara TinyTAN inspired by BTS dengan merek Jims Honey sukses menyabet penghargaan Best Brand Collaboration of the Year untuk kategori IP Licensing dalam ajang K-Playlist Annual Community Award (KACA) 2026.
Sistem penentuan pemenang dalam ajang penghargaan ini dilakukan melalui dua tingkatan pemungutan suara, yang meliputi babak penyisihan dan babak final. Keunggulan TinyTAN dalam seluruh tahapan voting tersebut menegaskan besarnya pengaruh dan dominasi IP BTS, meskipun disajikan lewat wujud karakter yang berbeda.
Selain TinyTAN, kerja sama antara grup BABYMONSTER dengan sebuah merek produk sampo juga menarik perhatian besar di kategori yang sama. Proyek kolaborasi tersebut berhasil mengamankan piala sebagai Best Collaboration of the Year untuk kategori Brand Ambassador.
Keterlibatan BABYMONSTER dalam dunia pemasaran tidak berhenti pada produk perawatan rambut saja. Mereka turut ditunjuk menjadi wajah utama dari sebuah merek kopi instan, yang pada tahun ini juga membawa pulang penghargaan di kategori Brand Collaboration of the Year.
Nama-nama besar lain seperti Stray Kids hingga Hearts2Hearts tidak luput dari perhatian berkat kolaborasi mereka bersama produk perawatan kulit. Kedua grup idola ini berhasil keluar sebagai pemenang pilihan para penggemar untuk kategori Brand Collaboration of the Year di K-Playlist Annual Community Award (KACA) 2026.
Co-founder dari K-Playlist, Jennifer Heryanto, memberikan analisis mengenai tren kerja sama antara korporasi dan IP asal Korea Selatan yang berlangsung sepanjang tahun ini. Jennifer menyatakan bahwa jangkauan perkembangannya kini telah melampaui wilayah Asia dan bertransformasi menjadi fenomena global.
"Tahun ini, sedikitnya 27 brand yang produknya dipasarkan di Indonesia menjalin kolaborasi dengan artis dan IP Korea. Indonesia salah satu pasar dengan kontribusi basis penggemar terbesar bagi banyak artis Korea. Menariknya, kolaborasi antara brand dan K-Wave sekarang gak lagi terbatas pada pasar satu negara. Banyak kampanye yang kini dirancang dan dioptimalkan untuk menjangkau audiens dengan skala regional bahkan global, seiring semakin kuatnya posisi K-Culture sebagai fenomena budaya lintas negara," ujar Jennifer dalam rilis resminya diterima detikpop Senin (15/6/2026).
Jennifer kemudian memaparkan data mengenai Earned Media Value yang dihasilkan oleh kekayaan intelektual asal Negeri Ginseng tersebut. Nilai dari IP Korea Selatan ini terbukti memberikan kontribusi hingga 48% share of voice dalam ekosistem global influence, yang menandakan K-Wave telah bergeser menjadi instrumen pemasaran paling berdampak di dunia.
Dampak nyata yang dihasilkan dari sinergi antara pelaku usaha dan IP Korea Selatan memberikan hasil yang signifikan dan bertahan lama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa posisi K-Wave saat ini bukan lagi sekadar tren musiman yang akan meredup dalam waktu dekat.
"Di era ketika budaya populer menjadi salah satu penggerak utama perilaku konsumen, brand yang dapat mengintegrasikan K-Culture secara strategis dan autentik akan berada pada posisi yang lebih unggul dalam memenangkan perhatian, kepercayaan, dan pilihan konsumen," tutur Jennifer Heryanto.
Ajang K-Playlist Annual Community Award (KACA) didesain sebagai bentuk apresiasi tahunan bagi merek-merek yang sukses membangun kemitraan dengan IP Korea. Penilaian tidak hanya didasarkan pada kemampuan meluncurkan produk kolaborasi, melainkan pada komitmen untuk menghadirkan kerja sama yang memberikan kesan mendalam bagi komunitas penggemar.