IPB University Ubah Nama FEMA Jadi FISEMA dan Siapkan 11 Prodi Baru

Share

Institut Pertanian Bogor (IPB University) resmi mengubah nama Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA) pada Rabu, 20 Mei 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari penataan arsitektur akademik universitas untuk memperkuat rumpun ilmu sosial-humaniora yang terintegrasi dengan visi agromaritim.

Perubahan nomenklatur tersebut diumumkan langsung oleh Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, dalam acara Pelantikan Pejabat di Lingkungan IPB University yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Transformasi ini menandai babak baru bagi perluasan spektrum keilmuan kampus.

"Selama ini IPB University dikenal kuat dalam bidang sains, teknologi, pertanian, dan biosains. Namun tantangan global saat ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak akan cukup tanpa pemahaman yang kuat terhadap manusia, masyarakat, budaya, dan dinamika sosial yang menyertainya," ujarnya Dr. Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University.

Pihak universitas menilai inovasi teknologi berisiko kehilangan relevansi tanpa adanya pendekatan sosial yang mendalam. Kehadiran wadah baru ini diarahkan untuk menjembatani ilmu sosial dengan realitas lapangan di Indonesia.

"IPB meyakini bahwa inovasi teknologi tanpa pemahaman sosial yang mendalam akan kehilangan relevansinya di tengah masyarakat. Karena itu, FISEMA hadir untuk memperluas spektrum keilmuan IPB and memperkuat pendekatan sosial-ekologis dalam menjawab tantangan abad ke-21," ujar Dr. Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University.

Kurikulum di dalam fakultas ini dirancang untuk tumbuh dari pengalaman nyata masyarakat, mulai dari kawasan pesisir, pedesaan, hingga komunitas petani dan nelayan.

"Ilmu sosial di IPB harus tumbuh dari lapangan, dari realitas masyarakat Indonesia sendiri. Kita ingin membangun ilmu yang tidak hanya menjelaskan masalah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang relevan bagi bangsa," ujar Dr. Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University.

Riset yang dihasilkan oleh fakultas ini ditargetkan menjadi rujukan strategis bagi pembuatan kebijakan publik oleh pemerintah maupun dunia usaha.

"Di balik setiap data, setiap inovasi, dan setiap kebijakan, selalu ada manusia yang harus dihormati martabat dan hak-haknya. Itulah nilai utama yang harus menjaga dalam pengembangan FISEMA," ujar Dr. Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University.

Dekan FISEMA IPB University, Prof. Sofyan Sjaf, menjelaskan bahwa penataan keilmuan ini dilakukan agar berjalan adaptif terhadap perkembangan zaman global.

"IPB melakukan transformasi bukan hanya pada aspek struktur organisasi, tetapi juga pada aspek transformasi keilmuan. Fakultas tentu harus menyesuaikan diri dengan arsitektur akademik yang sudah ditetapkan oleh universitas," ujar Prof. Sofyan Sjaf, Dekan FISEMA IPB University.

Pada tahun 2026, FISEMA menargetkan pembukaan dua program studi S1 baru, yaitu Sosiologi dan Geografi Manusia, guna melengkapi prodi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (KPM) serta Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) yang sudah ada sebelumnya.

“Kurikulum tentu kami perbarui. Komunikasi akan lebih fokus pada komunikasi dalam perspektif pengembangan masyarakat. Sementara Sosiologi dan Geografi Manusia akan mengembangkan kurikulum baru sesuai kebutuhan zaman,” jelas Prof. Sofyan Sjaf, Dekan FISEMA IPB University.

Dalam peta jalan pengembangan hingga tahun 2031, fakultas memproyeksikan pembukaan 11 program studi baru yang mencakup bidang Psikologi, Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Antropologi, Ilmu Hukum, hingga Kebijakan Publik dengan tetap mempertahankan karakteristik agromaritim.

"Kita ingin membangun kekhasan ilmu sosial IPB. Fokus analisis utama kita tetap melekat pada komunitas agromaritim, masyarakat yang tinggal di dataran tinggi, dataran rendah, hingga wilayah pesisir," tambah Prof. Sofyan Sjaf, Dekan FISEMA IPB University.

Di sektor riset, FISEMA saat ini sedang mengembangkan metodologi Data Desa Presisi (DDP) bekerja sama dengan China Agricultural University (CAU) untuk mendukung agenda transformasi desa.

“Alhamdulillah, DDP kini diminati berbagai daerah, termasuk Maluku dan Papua. Bahkan, Badan Legislasi DPR RI tengah mempertimbangkan adopsinya sebagai bagian dari metodologi Satu Data Indonesia,” ungkap Prof. Sofyan Sjaf, Dekan FISEMA IPB University.

Inovasi DDP tersebut saat ini dinilai telah berhasil mendapatkan rekognisi serta menarik perhatian para pemangku kebijakan di tingkat nasional.

“Sejalan visi IPB sebagai institusi bereputasi global, FISEMA akan terus memperkuat jejaring internasional sekaligus menegaskan positioning ilmu sosial khas IPB yang berbasis komunitas dan transformasi wilayah,” ungkap Prof. Sofyan Sjaf, Dekan FISEMA IPB University.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author