Bursa Efek Indonesia Siap Sambut IPO Saham PRDL dan JELI
Dua perusahaan baru bersiap mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada Juli 2026, yakni emiten alat kesehatan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) dan produsen makanan PT Niramas Utama Tbk (JELI). Kedua calon emiten tersebut membuka masa penawaran awal atau bookbuilding pada pekan yang sama di bulan Juni 2026 dengan karakteristik fundamental yang berbeda signifikan. Manajemen PRDL dalam prospektus awal menyatakan kesiapan perusahaan untuk langsung membagikan keuntungan kepada para pemegang saham baru setelah resmi melantai.
"Setelah Penawaran Umum Perdana Saham, Perseroan akan membayarkan dividen tunai kepada pemegang saham Perseroan dengan rasio sebanyak-banyaknya 20% dari laba bersih setelah penyisihan untuk cadangan wajib mulai tahun buku 2026," tulis manajemen PRDL.
PRDL menawarkan maksimal 522,9 juta saham baru dengan harga Rp100 hingga Rp120 per lembar demi mengincar dana segar hingga Rp62,75 miliar, di mana PT Sucor Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Prodia ini membukukan pendapatan Rp74,37 miilar dan laba bruto Rp45,35 miliar sepanjang 2025 dengan alokasi dana IPO mayoritas untuk melunasi kredit perbankan.
Sementara itu, PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang memproduksi jeli merek INACO melepas hingga 350 juta saham baru dengan rentang harga Rp900 sampai Rp1.120 per saham untuk membidik dana segar maksimal Rp392 miliar. JELI mencatatkan lonjakan laba bersih dari Rp1,68 miliar pada 2023 menjadi Rp39,03 miliar pada 2025 berkat efisiensi biaya, meskipun pendapatan mereka menurun menjadi Rp753,05 miliar pada 2025.
Berbeda dengan PRDL, JELI mengalokasikan sekitar 51,04% dana hasil IPO untuk menyuntik anak usaha guna meningkatkan kapasitas produksi dan 18,36% untuk membeli mesin baru. Pencatatan saham JELI dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli 2026, sedangkan saham PRDL akan menyusul masuk ke papan perdagangan Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2026.