Iran Sinyalakan Akhiri Perang dengan AS, Harga Minyak Dunia Mereda

Share

Kenaikan harga minyak dunia mereda pada perdagangan Jumat (21/8) setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberi sinyal bahwa pihaknya ingin mengakhiri perang dengan Amerika Serikat segera.

Harga minyak mentah Brent berjangka naik 61 sen menjadi US$ 94,39 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) AS naik 23 sen menjadi US$ 87,06 per barel, dilansir dari Detik Finance.

Meski masih naik, kenaikan harga tidak sebesar lima hari sebelumnya saat Brent naik lebih dari 7% dan WTI lebih dari 8%. Harga minyak sempat turun dua minggu pertama Agustus karena harapan kesepakatan AS-Iran untuk meningkatkan lalu lintas Selat Hormuz.

Namun, kesepakatan tak kunjung terjadi dan retorika kedua pihak meningkat, menimbulkan kekhawatiran gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah. Harga minyak masih jauh di bawah puncak saat perang pecah.

Pasar diesel global sangat ketat karena serangan Ukraina pada kilang Rusia dan pemadaman listrik di Timur Tengah akibat gangguan Selat Hormuz. Diesel penting bagi perekonomian global sebagai bahan bakar utama pertanian dan transportasi barang.

"Harga solar berada pada level tertinggi sepanjang sejarah dan kita tidak memiliki kapasitas penyulingan solar yang berlebih. Itulah pasar energi yang perlu kita perhatikan dengan sangat, sangat cermat," ujar Helima Croft, Managing Director and Global Head of Commodity Strategy at RBC Capital Markets.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberi isyarat kepada AS untuk mengakhiri perang melalui nota kesepahaman (MoU) yang dianggapnya kemenangan bagi Republik Islam.

"Lebih baik mengakhiri perang hari ini ketika Iran berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat," ujar Pezeshkian, dilansir dari PressTV.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author