IRGC Serang Depot Drone dan Pusat AI Amerika Serikat di Bahrain

Share

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menggempur pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Bahrain. Serangan tersebut diklaim menghancurkan pusat kecerdasan buatan (AI) utama dan depot pesawat tanpa awak atau drone milik Washington.

Aksi militer ini disebut sebagai bentuk pembalasan atas serangan terbaru dari pihak AS terhadap wilayah Iran. Seperti dilansir dari Detikcom, informasi mengenai serangan ini disampaikan oleh pihak IRGC dalam pernyataan resminya.

Menurut keterangan IRGC, gempuran diluncurkan setelah militer AS melakukan serangan yang menargetkan beberapa jembatan di wilayah Iran pada malam sebelumnya. Insiden tersebut dilaporkan telah menyebabkan jatuh korban jiwa serta luka-luka dari kalangan warga sipil.

Pihak IRGC mengklaim bahwa pasukannya berhasil menghancurkan tempat penyimpanan armada drone milik militer AS yang berada di Bahrain.

"Banyak di antaranya hangus terbakar," sebut IRGC dalam pernyataannya.

Selain fasilitas drone, IRGC juga melaporkan kehancuran total pada pusat kecerdasan buatan utama di lokasi tersebut. Lembaga militer Iran ini menuduh infrastruktur AI itu dimanfaatkan oleh tentara AS untuk menentukan target serangan yang menyasar fasilitas publik di Iran.

Operasi pembalasan ini dilaporkan memanfaatkan kombinasi dari sejumlah rudal balistik serta puluhan unit drone.

Ketegangan antara Iran dan AS belakangan ini kembali meningkat menyusul sejumlah insiden gangguan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Pihak barat meyakini Iran berada di balik rangkaian aksi di jalur laut internasional tersebut.

IRGC juga mengeluarkan ancaman akan memperluas target serangan jika AS kembali mengincar infrastruktur transportasi atau fasilitas publik di Iran. Target berikutnya mencakup aset industri, teknologi informasi, hingga perusahaan yang berafiliasi dengan pemegang saham asal Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

"Semua negara yang menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer AS di kawasan ini merupakan pihak yang terlibat dalam kejahatan perang tersebut," tegas IRGC.

Dalam laporan penutupnya, IRGC mengonfirmasi bahwa aksi penggempuran tidak hanya menyasar Bahrain. Wilayah lain di sekitar Teluk yang menampung fasilitas militer AS, seperti Kuwait dan Yordania, turut menjadi sasaran dalam operasi pembalasan tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author