Israel Menyebut Presiden Turki Erdogan Diktator Anti-Semit dan Kecam Agresi Militer
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai "diktator anti-Semit" dan berjanji Israel akan terus bertindak tegas terhadap upaya Turki menggoyahkan stabilitas kawasan, seperti dilaporkan pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Hal ini terjadi setelah Suriah menuduh Israel menggempur pangkalan udara di utara negara itu dekat perbatasan Turki, yang kemudian diakui secara diam-diam oleh Netanyahu. Israel menuduh Turki berusaha membangun kehadiran militer di lokasi tersebut, namun Turki membantah kunjungan tersebut.
Kantor Netanyahu menyatakan, "Israel sudah lama tidak terkesan dengan kemunafikan Turki. Erdogan adalah seorang diktator anti-Semit yang membantai Kurdi, mendukung pembantaian oleh organisasi teroris Hamas, dan menindas rakyatnya sendiri." Pernyataan ini juga menyebut Israel akan terus bertindak tegas terhadap setiap ancaman keamanan dari Turki.
Suriah sebelumnya menuduh Israel menyerang pangkalan udara militer yang tidak aktif dekat Aleppo, yang sudah rusak sejak perang saudara dan tidak beroperasi sejak 2012. Israel menyebut delegasi militer Turki baru-baru ini mengunjungi lokasi tersebut sebagai bagian dari upaya mengaktifkan kembali pangkalan itu.
Namun, Turki membantah memiliki kehadiran militer di pangkalan tersebut dan menegaskan dukungan tegas untuk kedaulatan Suriah. Dalam pernyataan berbahasa Inggris, kantor Netanyahu menuduh Erdogan berupaya memperluas agresinya terhadap Israel ke wilayah Suriah.
"Israel tidak akan mentolerirnya," bunyi pernyataan dari kantor Netanyahu, seperti dilansir dari Detikcom.