ITB Nobatkan Angel Sebagai Wisudawan Termuda Usia 20 Tahun
Menyelesaikan pendidikan tinggi di bawah usia rata-rata tidak dapat dicapai oleh semua mahasiswa. Keberuntungan ini dirasakan oleh seorang perempuan bernama Angel yang berhasil meraih gelar sarjana dalam usia yang relatif sangat muda.
Seperti dilansir dari Detikcom, Angel dinobatkan sebagai lulusan paling muda dalam Sidang Terbuka Wisuda Kedua ITB Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu (18/4/2026). Ia berhasil menyelesaikan studi S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB) saat menginjak usia 20 tahun.
Pencapaian ini memicu pertanyaan mengenai jalur pendidikan yang ditempuh Angel hingga bisa lulus pada usia 20 tahun, mengingat mahasiswa S1 umumnya baru menyelesaikan kuliah pada usia 22 tahun.
Banyak pihak menduga bahwa Angel merupakan lulusan dari program kelas akselerasi semasa sekolah. Namun, anggapan tersebut keliru karena ia menempuh jalur sekolah reguler seperti siswa lainnya.
Berdasarkan keterangan di laman resmi ITB, Angel menjelaskan bahwa dirinya sudah memulai pendidikan dasar dalam usia yang lebih dini. Ia tercatat sudah memasuki bangku Sekolah Dasar (SD) sebelum genap berusia lima tahun.
Adaptasi dan Kegiatan Selama Kuliah
Memiliki usia yang lebih muda dibandingkan rekan-rekan seangkatannya membuat Angel harus memiliki kemampuan adaptasi yang lebih kuat. Ia sempat melewati masa-masa sulit untuk menyesuaikan diri dengan dinamika perkuliahan pada tahun pertama.
Guna mengatasi tantangan tersebut, Angel terus mencari metode belajar yang paling efektif. Strategi ini pada akhirnya membantu dia untuk menyelesaikan seluruh mata kuliah tepat waktu.
Selain fokus pada bidang akademik, Angel juga dikenal aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Ia tercatat bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Boulevard dan Keluarga Mahasiswa Buddha (KMB).
Di luar aktivitas organisasi, Angel kerap berpartisipasi dalam berbagai ajang perlombaan. Ia juga memanfaatkan waktu luangnya untuk rutin berolahraga.
Kunci Kelulusan dan Fokus Penelitian
Angel mengungkapkan bahwa kelancaran proses studinya ditopang oleh beberapa faktor utama. Kedisiplinan, pemenuhan waktu istirahat yang cukup, serta fokus penuh saat perkuliahan menjadi kunci penting keberhasilannya.
Dalam menyelesaikan syarat kelulusan, Angel menyusun tugas akhir berjudul "Studi Ketahanan Stainless Steel 361L dengan Pengaruh Temperatur dalam Larutan Isotonik". Penelitian ini secara khusus menguji tingkat ketahanan korosi pada jaringan pipa milik sebuah perusahaan minuman isotonik.
Angel turut membagikan pesan motivasi bagi mahasiswa lain agar terus mempertahankan semangat belajar.
"Jaga integritas dan jangan pernah curang dalam proses belajar. Jangan pula takut untuk memulai sesuatu yang baru," ujarnya.