Jaecoo J5 EV Pimpin Pasar Mobil Listrik dan Pangkas Biaya Operasional
Jaecoo J5 EV sukses mengukuhkan posisinya sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia. Kendaraan ramah lingkungan ini menawarkan efisiensi tinggi bagi para penggunanya.
Dilansir dari Detik Oto, produsen otomotif ini merilis perhitungan yang menunjukkan bahwa Jaecoo J5 EV mampu menghemat biaya operasional kendaraan hingga 88 persen. Efisiensi ini didapat jika dibandingkan dengan mobil bermesin konvensional atau internal combustion engine (ICE) berkapasitas 1.500 cc turbo.
Simulasi penghitungan dilakukan dengan skenario jarak tempuh 50 kilometer per hari atau akumulasi 1.500 kilometer dalam satu bulan.
Untuk mobil konvensional, biaya konsumsi bahan bakar RON 92 dengan harga Rp16.250 per liter mencapai Rp81.250 per hari. Dalam sebulan, pengeluaran bbm menyedot Rp2.500.000, ditambah biaya perawatan Rp2.000.000, sehingga total biaya tahunan menyentuh Rp31.250.000.
Sebaliknya, pengguna Jaecoo J5 EV hanya memerlukan biaya energi harian sebesar Rp9.600 dengan asumsi harga Rp1.700 per kWh. Biaya bulanan kendaraan listrik ini hanya Rp290.000, ditambah biaya perawatan Rp500.000, sehingga total pengeluaran per tahun hanya Rp4.000.000.
Kelebihan lain dari kendaraan ini terletak pada sektor dayanya. Mobil listrik ini menggendong baterai berkapasitas 60,9 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 461 km berdasarkan pengujian NEDC.
"Teknologi SHS tak hanya menawarkan efisiensi, tetapi tetap memberikan performa berkendara maksimal. Kami pun menawarkan kepada konsumen, jika dengan NEV Jaecoo, konsumen dapat mendapatkan efisien lebih. Seperti mobil listrik J5 EV, dapat menghemat mencapai 88% biaya," ucap Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia dalam keterangannya.
Data penjualan menunjukkan performa konsisten di pasar domestik. Pada Maret 2026, varian ini membukukan pengiriman pabrik atau wholesales sebanyak 2.959 unit dan penjualan langsung ke konsumen atau retail sales sebesar 2.775 unit.
Memasuki April 2026, performa pasar meningkat menjadi 3.179 unit untuk pasar grosir serta 2.944 unit pada sektor ritel. Pada Mei 2026, angka penjualan menunjukkan kestabilan dengan capaian wholesales 3.000 unit dan retail sales 3.000 unit, yang sekaligus membawa merek ini menembus jajaran lima besar mobil terlaris di tanah air.