Jamal Musiala Abaikan Kritik Pengamat Menjelang Laga Pantai Gading

Share

Gelandang tim nasional Jerman Jamal Musiala menegaskan dirinya tidak memedulikan perdebatan para ahli mengenai menit bermainnya menjelang pertandingan penting fase grup Piala Dunia 2026 melawan Pantai Gading pada Minggu, 21 Juni 2026.

Pernyataan tersebut muncul setelah para pengamat seperti Juergen Klopp, Thomas Muller, dan Lothar Matthaus bersilang pendapat mengenai keputusan pelatih Julian Nagelsmann yang lebih memilih memainkan Musiala sebagai starter dibandingkan penyerang VfB Stuttgart, Deniz Undav.

Klopp dan Muller dalam siaran MagentaTV sempat menyarankan agar Undav bermain sejak awal menghadapi Curacao karena dinilai lebih siap secara fisik, sementara Musiala yang baru pulih dari cedera serius bisa dimasukkan pada babak kedua.

Kritik keras kemudian dilontarkan oleh mantan kapten Jerman, Lothar Matthaus, melalui media Bild, yang menilai usulan mencadangkan bintang muda Bayern Munchen tersebut menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap kondisi mental sang pemain.

Matthaus juga mempertanyakan sikap Juergen Klopp yang dianggap memperkeruh suasana serta menyayangkan Thomas Muller yang justru memicu polemik terhadap mantan rekan setimnya sendiri sesaat sebelum turnamen besar dimulai.

Juergen Klopp akhirnya secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada pelatih Julian Nagelsmann karena sempat menggunakan kata yang kurang sensitif dalam sesi analisis sebelum laga pembuka melawan Curacao yang berakhir dengan kemenangan Jerman 7-1.

Menanggapi situasi yang berkembang di sekitarnya, Jamal Musiala menegaskan bahwa dirinya sengaja menjauhkan diri dari dinamika media dan hanya ingin menjaga pikirannya tetap jernih demi performa di lapangan.

"Percayalah, saya tidak membaca atau menonton apa yang dikatakan para ahli." ujar Jamal Musiala kepada Bild.

Musiala menambahkan bahwa ia memahami dinamika pembicaraan sepak bola, namun ia memilih mempercayai instruksi dari pelatih kepala timnas Jerman.

"Pelatih Julian Nagelsmann akan memberi tahu saya apa yang perlu saya ketahui untuk peran saya di lapangan." kata Jamal Musiala.

Di sisi lain, Deniz Undav menanggapi perdebatan tersebut dengan lapang dada dan merasa terhormat karena performanya mendapatkan apresiasi dari figur besar sepak bola Jerman.

"Pertama-tama, saya sangat senang. Itu menunjukkan saya melakukan sesuatu dengan benar. Pelatih punya banyak pilihan.

Pada akhirnya, tidak masalah siapa yang memulai. Anda bisa mengandalkan mereka yang akan bermain. Tapi saya senang mendengarnya dari mereka berdua.

Dan sekarang kita lihat saja siapa yang bermain," ujar Deniz Undav seperti diabadikan oleh @iMiaSanMia.

Undav juga menambahkan bahwa ia menghormati pandangan Thomas Muller yang memiliki pengetahuan luas dan selalu memberikan masukan dengan niat yang baik.

"Iya, Thomas tahu banyak tentang sepak bola. Jika dia punya sesuatu untuk dikritik atau dipuji, maka itu mungkin beralasan. Saya senang ketika seseorang seperti Thomas mengkritik atau memuji saya.

Jika dia mengkritik saya, maka tentu saja dia melakukannya dengan niat baik, sehingga saya bisa berbuat lebih baik di lain waktu. Oleh karena itu: Apa pun yang Thomas katakan, dia berhak atasnya." tutur Deniz Undav.

Sementara itu, perdebatan mengenai penunjukan starter ini sempat memanas di stasiun televisi Jerman akibat penggunaan kata tertentu oleh Juergen Klopp saat menganalisis keputusan taktis Julian Nagelsmann.

"Bu yaklaşım hassasiyetten yoksun" kata Lothar Matthaus.

Matthaus menegaskan bahwa kualitas individu pesepak bola muda tersebut sangat krusial bagi ambisi juara Jerman di turnamen kali ini.

"Almanya’nın Musiala’nın kalitesine ihtiyacay var" kata Lothar Matthaus.

Klopp sendiri menyadari kekeliruannya dan langsung memberikan klarifikasi serta dukungan penuh kepada staf kepelatihan Der Panzer setelah pertandingan selesai.

"Kami sepenuhnya mendukungmu. Saya benar-benar menyesal telah menggunakan kata itu. Kata itu terucap begitu saja dan sebenarnya tidak bermaksud apa-apa," kata Juergen Klopp.

Tim nasional Jerman kini langsung mengalihkan fokus sepenuhnya untuk menghadapi tantangan dari Pantai Gading yang sebelumnya berhasil mengalahkan Ekuador dengan skor 1-0 di laga perdana grup.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author