Jannik Sinner Picu Kontroversi Terkait Timeout Medis di French Open
Petenis Jannik Sinner memicu kontroversi besar setelah mendapat izin timeout medis akibat mengalami kram saat menghadapi Juan Manuel Cerundolo dalam babak kedua French Open 2026 pada Kamis.
Sinner yang awalnya memimpin 5-1 di set ketiga mendadak kehilangan 15 poin beruntun dan memegangi punggungnya sebelum melakukan servis akibat mengalami dehidrasi. Wasit kemudian mengizinkan petenis nomor satu dunia tersebut mendapat perawatan medis dan meninggalkan lapangan sejenak meskipun regulasi resmi melarang timeout untuk kondisi kram.
Keputusan wasit tersebut langsung mendapat kritik tajam dari analis penyiaran TNT, Jim Courier, yang menilai adanya perlakuan khusus dari pihak penyelenggara.
"This is absolute baloney," kata Jim Courier, Analis TNT.
Courier menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak adil bagi pemain lain di atas lapangan.
"That’s not fair. That’s not right," tambah Jim Courier, Analis TNT.
Mantan petenis tersebut juga menyoroti adanya pelonggaran aturan yang kerap diberikan oleh pihak pengadil kepada para pemain bintang dunia.
"We love the top players, they drive the sport, but you’ve gotta apply the rules fairly. The rules are being bent for the top players," cetus Jim Courier, Analis TNT.
Setelah jeda tersebut, Sinner kehilangan set ketiga dan kalah 6-1 di set keempat sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke set penentu. Kejadian serupa sebelumnya pernah dialami Sinner saat melawan Daniil Medvedev di Italian Open 2026 yang berujung pada kemenangan Sinner setelah protes Medvedev diabaikan oleh wasit.
Pascapertandingan di Italia itu, Medvedev sempat menyuarakan perlunya perubahan regulasi resmi terkait penanganan medis bagi pemain yang mengalami kram di tengah laga.
"Allow medical treatment for help," ujar Daniil Medvedev, Petenis.
Medvedev mengusulkan agar fisioterapis diberikan waktu selama tiga menit untuk memberikan bantuan di lapangan.
"Sorry. Allow medical, meaning physio, three minutes, when you have cramps," kata Daniil Medvedev, Petenis.