JD Vance Bahas Kesepakatan Damai Timur Tengah di Swiss
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance bertolak ke Swiss pada Minggu (21/6/2026) untuk memimpin perundingan bersama Iran terkait penerapan kesepakatan penghentian perang di Timur Tengah, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui AFP.
Vance mengungkapkan bahwa agenda utama dalam pertemuan tersebut bakal berfokus pada pembahasan program nuklir milik Iran serta upaya penegangan situasi lewat gencatan senjata di Lebanon.
"Saya pikir kita mudah-mudahan akan membuat kemajuan dalam masalah nuklir, membuat kemajuan dalam masalah gencatan senjata Lebanon. Itu adalah dua hal besar yang menurut saya harus kita fokuskan," kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Vance menambahkan mengenai durasi keterlibatannya yang terbatas dalam rangkaian dialog diplomatik tersebut.
"Saya hanya bisa bergabung dalam pembicaraan selama satu atau dua hari," kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Vance mengonfirmasi kehadiran tim negosiator lain dari negaranya yang telah tiba terlebih dahulu untuk menyusun detail teknis kesepakatan.
"Negosiator AS Jared Kushner dan Steve Witkoff sudah berada di Swiss untuk menangani elemen teknis pembicaraan," kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Vance kemudian menilai perkembangan terkini di lapangan yang menunjukkan adanya sinyal positif di wilayah konflik.
"Situasi di Lebanon sebenarnya semakin membaik," kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Menurutnya, stabilitas keamanan jangka panjang bagi kedua belah pihak yang bertikai tetap menjadi prioritas yang harus dikawal.
"Ini akan menjadi sesuatu yang harus terus kita kelola untuk memastikan bahwa. Israel dan Lebanon sama-sama aman dan terlindungi," kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Ia juga menyoroti tantangan besar dalam menjaga keberlangsungan gencatan senjata di tengah aksi saling balas.
"Masalah besarnya adalah ketika seseorang menembak, lalu seseorang membalas, dan Anda seperti menghadapi masalah ayam dan telur di mana Anda harus menghentikan penembakan cukup lama agar gencatan senjata tetap berlaku," kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Rencana diplomasi di Swiss ini sempat tertunda dari jadwal semula pada hari Jumat akibat eskalasi pertempuran yang menewaskan empat tentara Israel di Lebanon, yang disusul serangan balasan mematikan oleh Israel. Kondisi tersebut memicu aksi saling tuduh antara Israel dan Hizbullah atas pelanggaran kesepakatan awal yang baru diteken oleh AS dan Iran.
Di sisi lain, delegasi dari Iran dilaporkan telah mendarat di Swiss sejak Sabtu malam. Kementerian Luar Negeri Swiss melalui media sosial X menyambut kedatangan tersebut dan menegaskan bahwa dialog ini merupakan bagian dari implementasi nota kesepahaman yang telah disepakati bersama AS, yang juga dikonfirmasi oleh kantor berita resmi Iran, IRNA.